Legislator menuduh pejabat tinggi Papua mendanai kelompok bersenjata

0


Jakarta (ANTARA) – Seorang legislator senior pada Kamis mengklaim bahwa beberapa pejabat tinggi di pemerintah provinsi dan daerah Papua mungkin mendanai kelompok teroris separatis Papua untuk mendukung perjuangan mereka melawan Indonesia.

Para pejabat mendukung kelompok teroris dengan memberi mereka senjata api, uang, dan pelatih militer, diduga Dave Akbarshah Fikarno Laksono, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dia mengatakan tuduhannya terhadap para pejabat didasarkan pada “laporan terpercaya” yang diterima oleh Komisi I DPR yang mengawasi Pertahanan dan Luar Negeri.

Berbicara di webinar berjudul ‘Jalan Berliku untuk Menghancurkan Teroris Separatis Papua Bersenjata’ pada hari Kamis, Laksono mengatakan para pejabat harus dibawa ke pengadilan jika keterlibatan mereka terbukti.

“Tugas badan keamanan kami untuk mengungkap siapa yang memainkan permainan (dana terorisme). Mereka harus mengungkap siapa mereka dan posisi apa yang mereka miliki,” tambahnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk terus memantau dan mengumpulkan data dan bukti yang dapat dipercaya terhadap pejabat terkait.

Jika BIN, Polri, dan TNI memperoleh data dan bukti yang dapat dipercaya tentang kejahatan mereka, mereka harus dibawa ke pengadilan, katanya.

Berita Terkait: Polisi masih menetapkan dua tersangka dalam perdagangan senjata Papua Barat

Laksono juga mendesak BIN, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menelusuri aliran dana ke kelompok teroris Papua.

Dalam perkembangan terpisah, Rabu, personel Satgas Nemangkawi menggerebek sebuah rumah di kompleks Ambruk, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua yang diduga sebagai gudang senjata teroris separatis Papua.

Penggerebekan dilakukan setelah satgas menerima informasi dari warga sekitar tentang truk milik Pemkab Yahukimo yang membawa beberapa orang dan barang, ungkap seorang petugas polisi.

Menindaklanjuti, personel Satgas dikerahkan ke tempat kendaraan itu terlihat, Wakil Kepala Satgas Operasi Nemangkawi, Senator Coms. Muhammad Firman, menyatakan.

Aparat keamanan menemukan beberapa orang dan muatan di dalam kabin truk yang dikemudikan seorang pegawai negeri sipil berinisial ES, kata Firman dalam keterangannya.

Berita Terkait: PNS Intan Jaya Papua ditahan karena perdagangan senjata: polisi

ES dan orang-orang yang ditemukan di dalam kabin truk dibawa ke Polres Yahukimo untuk dimintai keterangan, katanya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, petugas keamanan menggerebek rumah di kawasan kompleks Ambruk, di mana mereka menemukan 28 barang bukti terkait kejahatan itu, termasuk amunisi, senjata tajam, dan sebuah radio rig, tambahnya.

Di antara barang-barang yang disimpan di dalam rumah, personel menemukan sepasang seragam militer milik Komite Nasional Papua Barat (KNPB), ungkapnya, seraya menambahkan bahwa ES juga telah menyembunyikan amunisi dan sebuah magasin 5,56.

Pada 27 Agustus 2021, Satgas Nemangkawi menangkap EB, Camat, bersama 15 anggota KNPB dan kelompok teroris separatis yang beroperasi di Yahukimo.

Dari 15 tahanan, lima terlibat dalam beberapa aksi teror dan pembunuhan di distrik tersebut, kata para pejabat. Para korban kejahatan mereka termasuk polisi dan personel militer serta warga sipil, tambah mereka.

Berita Terkait: Polda Papua lanjutkan penyelidikan kasus penyelundupan senjata
Berita Terkait: Polisi Papua Barat menggagalkan operasi perdagangan senjata; tangkap tiga

Leave A Reply

Your email address will not be published.