Legislator desak pemerintah pantau distribusi sembako selama Ramadhan

0


Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Netty Prasetiyani, dalam keterangannya yang dikeluarkan Sabtu, mendesak pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman selama Ramadhan.

“Masyarakat Indonesia cenderung lebih konsumtif selama Ramadhan. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan banyak keuntungan,” katanya.

Untuk itu, dia meminta pemerintah meningkatkan pengawasan peredaran makanan dan minuman hingga ke pasar-pasar tradisional di daerah.

“Surprise Inspection harus dilakukan di pusat-pusat perbelanjaan makanan, baik di kota maupun di daerah,” ujarnya.

“Pastikan makanan takjil dan makanan instan yang dijual di pasar bebas dari bahan berbahaya,” tambahnya.

Memastikan keamanan pangan adalah tugas pemerintah dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat, kata Prasetiyani.

“Makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya itu banyak beredar karena ada pembelinya. Masih banyak masyarakat yang tidak mengerti dan tidak bisa mengenali makanan yang mengandung zat berbahaya tersebut,” jelasnya.

Ia juga mendesak pemerintah untuk mensosialisasikan dan mensosialisasikan cara-cara sederhana untuk mengidentifikasi makanan sehat kepada masyarakat yang tidak memerlukan pengujian laboratorium, seperti melalui warna, bau, dan kekentalan.

“Bisa juga dengan mengecek kemasan, label, izin edar, dan masa kadaluarsa,” imbuhnya.

Kasus keracunan makanan sering terjadi, dan salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran konsumen tentang makanan yang sehat dan aman.

Legislator mengatakan dia juga mengharapkan pemerintah untuk memantau dan membimbing pengusaha makanan olahan untuk menjaga standar keamanan produk makanan mereka.

“Selama pandemi, banyak pengusaha yang tidak memiliki banyak pelanggan yang meninggalkan banyak produk sisa,” kata Prasetiyani.

“Kita tidak bisa membiarkan produk kadaluarsa beredar di pasar bahkan masuk parsel Idul Fitri,” imbuhnya.

Berita Terkait: BPOM permudah penerbitan izin edar makanan olahan
Berita Terkait: Pemerintah Indonesia pastikan stok pangan, distribusi untuk bulan puasa

Leave A Reply

Your email address will not be published.