Layanan digital bermanfaat dalam meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan

0


Terdapat fitur Konsultasi Dokter khususnya pada aplikasi Mobile JKN

Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Ali Ghufron Mukti menilai layanan digital BPJS Kesehatan berdampak positif dalam hal peningkatan utilisasi fasilitas kesehatan.

Mukti mencatat hingga September 2021, lebih dari 9,3 juta layanan diakses peserta JKN-KIS melalui layanan teleconsulting. Pernyataan itu diterima di sini pada hari Sabtu.

“Pada awal pandemi terjadi penurunan jumlah kunjungan peserta di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Namun, untuk menjaga aksesibilitas peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ke FKTP , BPJS Kesehatan telah mengeluarkan beberapa kebijakan, seperti memungkinkan peserta JKN-KIS tetap dapat mengakses layanan melalui layanan digital melalui Mobile JKN, optimalisasi kegiatan promotif preventif langsung dan tidak langsung, dan kebijakan iterasi untuk layanan resep obat Program Rujukan (PRB). ,” jelasnya.

Berita Terkait: BPJS Kesehatan akan memilih fasilitas kesehatan pada tahun 2022

Mukti mencatat, pandemi COVID-19 berdampak pada pelayanan di FKTP yang juga berdampak pada jumlah kunjungan pelayanan di rumah sakit. Mukti mengaitkan tren ini dengan kekhawatiran di antara peserta yang terpapar COVID-19 di rumah sakit.

“Sebelum pandemi COVID-19, jumlah kunjungan RJTL (Rawat Jalan Lanjutan) mencapai 8,4 juta, namun setelah pandemi COVID-19 rata-rata kunjungan mencapai 6,4 juta,” kenangnya.

Berita Terkait: Asuransi BPJS Kesehatan berbagi pengalaman tentang perawatan kesehatan dengan India

Menyikapi hal tersebut, BPJS Kesehatan terus melakukan berbagai inovasi dan pengembangan layanan yang dapat diakses oleh peserta JKN-KIS, terutama melalui layanan non-tatap muka atau tidak langsung, seperti aplikasi Mobile JKN, Layanan Administratif melalui Whatsapp ( PANDAWA), dan BPJS Kesehatan Puskesmas di 165.

“Ada fitur Konsultasi Dokter khususnya pada aplikasi Mobile JKN. Melalui fitur ini, peserta dapat berkonsultasi dengan dokter yang berada di puskesmas atau klinik tempat mereka terdaftar, untuk (melaporkan) keluhan tanpa harus keluar rumah,” ungkapnya.

BPJS Kesehatan juga membutuhkan dukungan dari pemerintah, khususnya bagi fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, untuk berkomitmen memberikan inovasi layanan digital guna memudahkan peserta mengakses layanan kesehatan di masa pandemi.

Berita Terkait: Tidak ada utang tersembunyi kepada China dalam proyek kereta api: resmi

Berita Terkait: Indonesia berkomitmen untuk mendukung SDGs: Menteri Sumadi

Leave A Reply

Your email address will not be published.