Kuota vaksin di pusat Yogyakarta habis karena permintaan yang tinggi

0


Yogyakarta (ANTARA) – Kuota 700 dosis Moderna yang disiapkan di Pusat Vaksinasi XT-Square Yogyakarta habis beberapa saat setelah pendaftaran online dibuka pada Senin, menunjukkan tingginya permintaan vaksin di kota Yogyakarta, kata seorang pejabat.

“Vaksin Moderna akan diberikan kepada masyarakat umum mulai Kamis (23 September 2021), dan animo masyarakat tampaknya sangat tinggi. Beberapa saat setelah pendaftaran dibuka, kuota yang telah disiapkan langsung habis,” kata Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Senin.

Pendaftaran vaksinasi Moderna telah dibuka secara online melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS), ujarnya.

Vaksinasi ini tidak hanya ditujukan bagi warga yang memiliki KTP Kota Yogyakarta tetapi juga bagi warga yang memiliki KTP, tambahnya.

“Syaratnya adalah Anda berusia 18 tahun ke atas,” katanya.

Untuk tahap pertama, vaksin Moderna akan dialokasikan untuk 12 ribu warga di Kota Yogyakarta, ujarnya. Jadi 24 ribu dosis vaksin perlu disiapkan karena vaksin Moderna perlu diberikan dua kali, katanya.

Saat ini, Kota Yogyakarta memiliki stok vaksin Moderna sebanyak 28 ribu dosis, kata Poerwadi.

Berita Terkait: 114.000 dosis vaksin COVID-19 tersedia di Yogyakarta: Walikota

“Vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan dengan vaksin Moderna masih terus dilakukan. Dari 12 ribu tenaga kesehatan, 3 ribu sudah mendapat booster. Karena diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang kontak langsung dengan pasien Covid-19,” ujarnya.

Vaksin Moderna hanya akan diberikan kepada masyarakat umum selama satu hari pada Kamis karena petugas kesehatan di pusat vaksinasi masih harus fokus menyelesaikan vaksinasi dosis kedua untuk siswa mulai Jumat (24 September 2021), kata Poerwadi.

“Vaksinasi dosis kedua untuk pelajar ditargetkan selesai pada awal Oktober 2021. Jadi (vaksinasi untuk masyarakat umum) akan dibuka kembali setelah vaksinasi siswa selesai,” tambahnya.

Hingga saat ini, lebih dari 540 ribu warga telah menerima vaksinasi COVID-19 di kota Yogyakarta, katanya. Namun, tidak semua warga kota Yogyakarta, yang ditunjukkan dengan nomor induk tunggal, tambahnya.

Dari 350 ribu warga Kota Yogyakarta yang menjadi sasaran vaksinasi, baru sekitar 234 ribu yang sudah divaksinasi atau 68 persen, ujarnya.

Masih ada sekitar 108 ribu warga dengan nomor identifikasi tunggal kota Yogyakarta yang belum divaksinasi, kata Poerwadi. Namun, tidak semuanya berdomisili di kota Yogyakarta, tambahnya.

Berita Terkait: Menteri Sumadi siapkan 23.000 dosis vaksin untuk warga Yogyakarta

“Jika data warga yang tidak berdomisili dikeluarkan, maka capaian vaksinasi untuk warga kota Yogyakarta bisa mencapai 79 persen,” ujarnya.

Upaya untuk memastikan bahwa semua penduduk disuntik sedang dilakukan dengan mengadakan vaksinasi langsung di desa-desa, katanya.

“Namun, tingkat kehadirannya kurang baik—sekitar 40 persen hingga 70 persen—karena ada warga yang tidak berdomisili di Yogyakarta,” ujarnya.

Upaya vaksinasi warga Yogyakarta ini sejalan dengan tujuan Presiden Joko Widodo untuk memvaksinasi 70 persen warga Indonesia pada akhir tahun 2021, katanya.

Baru-baru ini, dalam seminar virtual UOB Economic Outlook 2022, Presiden mengungkapkan bahwa 72,76 juta orang, atau 34,94 persen dari populasi Indonesia, telah divaksinasi, menunjukkan bahwa Indonesia sudah setengah jalan untuk mencapai tujuannya.

Berita Terkait: 3,5 juta dosis Moderna dari pemerintah AS tiba di Jakarta

Leave A Reply

Your email address will not be published.