Krakatau Sarana Properti mengincar lahan di luar Cilegon

0


Jakarta (ANTARA) – Krakatau Sarana Properti (KSP), anak usaha Badan Usaha Milik Negara PT Krakatau Steel, menyatakan berencana membeli lahan di luar kawasan industri Cilegon, Banten, guna meningkatkan kinerjanya.

“Mimpi besarnya adalah land banking dan sebagai pengelola kawasan industri, kami berencana untuk mengambil tanah di luar Cilegon, misalnya kami dapat berpartisipasi di lahan industri Batang, membeli tanah di Subang dan lain-lain,” kata Direktur Utama KSP Ridi Djajakusuma dalam sambutannya. Pernyataan itu dirilis di Jakarta, Rabu.

Menurut Djajakusuma, salah satu prospek bisnis yang memiliki potensi bagus adalah pergudangan karena tingkat okupansi di gudang selalu stabil di masa pandemi.

Untuk itu, perseroan akan mencoba menjajaki memasuki bisnis pergudangan di luar Cilegon, ujarnya.

“Ke depan, kita tidak hanya menunggu untuk mendatangkan investor asing, tetapi bagaimana kita bisa secara mandiri mendukung setiap lini bisnis dengan berbagai inovasi,” kata Djajakusuma.

Krakatau Sarana Properti yang fokus pada fasilitas infrastruktur properti, memiliki aset yang sangat beragam di Krakatau Industrial Estate Klaster 1, 2, dan 3 yang mencakup kawasan industri seluas 550 hektar, katanya.

Berita Terkait: Krakatau Steel, PTPN Bukti Sukses Transformasi BUMN: Pemerintah

Perusahaan juga bertanggung jawab atas bisnis di lini properti industri, menyediakan kavling industri dan pergudangan, jalur properti komersial melalui merek Hotel & Golf seperti Royale Krakatau, Restoran Surosowan, dan Krakatau Water World, dan jalur perumahan melalui Pejaten Mas Estate dan Bumi Rakata Asri, tambahnya.

“Tentu saya ingin KSP berubah dan harus melakukan sesuatu yang berbeda secara positif karena perbedaan akan lebih dihargai,” kata Djajakusuma.

Dia mendorong karyawan untuk mengutamakan semangat kerja kolektif.

Dengan kurang lebih 600 karyawan, seluruh karyawan perlu berjuang untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan, ujarnya.

“Jika dikaitkan dengan masa pandemi saat ini, pasti ada dampak signifikan yang juga dirasakan oleh perusahaan BUMN lain dan juga anak perusahaannya. Tapi (harus fokus) bagaimana kita bisa mencari solusi dan beradaptasi dengan situasi saat ini,” dia berkata.

Berita Terkait: Industri logam dasar diproyeksikan tumbuh 3,54 persen pada tahun 2021

Leave A Reply

Your email address will not be published.