KPU ajak tutup dua potensi praktik politik uang

0



Sudah banyak kasus sebagai bukti bahwa politik uang dengan melibatkan penyelenggara pemilu.

Jakarta (ANTARA) –

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengajak semua pihak untuk menutup dua potensi praktik politik uang pada penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.

Ketua KPU RI Ilham Saputra dalam diskusi pendidikan pemilih dalam pencegahan uang politik pada pemilu dan pemilihan di Jakarta, Selasa, mengungkapkan penelitian ada dua modus operandi politik uang yang terjadi dalam pemilu.

“Pertama modus politik uang dapat dilakukan peserta pemilu dengan tim sukses dan pemilih, jadi peserta pemilu langsung bertransaksi dengan pemilih,” kata Ilham Saputra.

Hal itu sering terjadi dan dikemas dengan praktik-praktik yang memang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada.

“Tidak, yang kedua tentu menjadi catatan kami agar berkaca pada diri sendiri untuk tidak melakukan tindakan-tindakan, seperti calon melakukan politik uang kepada penyelenggara pemilu,” katanya.

Ilham menyebutkan sudah banyak kasus sebagai bahwa politik uang dengan melibatkan penyelenggara pemilu terjadi dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.

“Sudah banyak kasus yang sudah diselesaikan di beberapa tempat di KPU provinsi, KPU RI, KPU kabupaten/kota. Hal itu tidak bisa kemudian dijadikan contoh,” kata Ilham.

Untuk menutup potensi politik uang terhadap penyelenggara, kata Ilham, KPU RI menjalin kerja sama dengan KPK.

“Kami berinisiasi, berharap untuk membersihkan tindakan-tindakan korupsi di internal sendiri. Tentu saya berharap sekali bahwa politik uang ini bisa terwujud atau sama sekali dalam pelaksanaan anggaran pemilu dan pilkada,” katanya.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Redaktur: D.Dj. Kliwantoro
HAK CIPTA © ANTARA 2021

Leave A Reply

Your email address will not be published.