KPPPA merencanakan 142 desa ramah perempuan dan anak pada 2022

0


Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menargetkan penyelesaian pembangunan 142 desa ramah perempuan dan anak yang tersebar di 71 kabupaten dan kota di 33 provinsi pada 2022.

Pada Rakor Teknis Desa Ramah Perempuan dan Anak di Jakarta, Kamis, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengatakan, setelah model desa-desa ini selesai, maka dapat diperluas dan direplikasi di setiap desa di setiap kota dan daerah.

Ia menegaskan, pembangunan desa ramah perempuan dan anak harus melibatkan peran serta seluruh masyarakat di desa, termasuk perempuan dan anak.

“Dengan melibatkan perempuan dan anak, diharapkan dapat mengungkap berbagai isu yang melingkupi perempuan dan anak,” jelasnya.

Berita Terkait: Kota ramah anak di Indonesia mendapat pengakuan internasional

Keterlibatan perempuan dan anak dalam pembangunan desa-desa ini sangat penting karena mereka adalah pihak yang terkena dampak langsung dari permasalahan dan hambatan yang mereka hadapi selama ini, jelasnya.

Selain itu, perempuan dan anak-anak tahu solusi yang tepat untuk menutup kesenjangan ketimpangan yang ada, tambahnya.

Menurut Puspayoga, pembangunan desa ramah perempuan dan anak harus didasarkan pada prinsip non-diskriminasi, demokrasi, gotong royong, penghargaan terhadap pandangan perempuan dan anak, kepentingan terbaik perempuan dan anak, serta tindakan afirmatif.

“Prinsip-prinsip ini dilakukan dengan melibatkan semua pihak, terutama perempuan dan anak-anak,” ujarnya.

Desa ramah perempuan dan anak adalah desa yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam pengelolaan pemerintahan desa, pembangunan desa, serta pemberdayaan dan pendampingan warga desa, tambahnya.

Berita Terkait: Indonesia, Iran berbagi praktik terbaik tentang kota ramah anak
Berita Terkait: Walikota Surabaya ungkap indikator kota ramah anak di UNICEF

Leave A Reply

Your email address will not be published.