Korut kecam pernyataan Korsel tentang kemampuan militer

0



Seoul (ANTARA) – Korea Utara pada Minggu mengutuk pernyataan pertahanan Korea Selatan tentang kemampuannya menyerang Utara dan akan menghancurkan target utama di Seoul jika Selatan mengambil “tindakan militer berbahaya” seperti serangan pendahuluan.

Kim Yo Jong, saudari pemimpin Korut Kim Jong Un, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertahanan Korsel “semakin hubungan antar-Korea dan dukungan militer di semenanjung Korea,” menurut kantor berita negara KCNA.

Kutukan itu dikemukakan setelah menhan Korsel Suh Wook mengatakan pada Jumat bahwa militer negaranya memiliki berbagai rudal dengan jarak tembak, akurasi, dan kekuatan yang ditingkatkan secara signifikan, dengan “kemampuan untuk mengenai target apa pun di Korea Utara secara akurat dan cepat.”

Suh juga mengatakan kementeriannya akan secara aktif mendukung militer untuk memastikan Korsel memiliki kemampuan merespons ancaman rudal Korut. Dia menyebut Utara sebagai “musuh”.

Baca juga: Analisis selidiki kemungkinan tipuan pada uji rudal Korut

Kim, wakil direktur departemen Komite Sentral Korea, juga mengatakan Korut akan “mempertimbangkan kembali banyak hal” dan bahwa Korsel “mungkin menghadapi ancaman serius” karena pernyataan itu semacam.

Dalam pernyataan terpisah pada Minggu, Pak Jong Chon, sekretaris Komite Sentral Partai Buruh Korea, mengatakan Korut “tanpa ampun akan mengarahkan semua kekuatan militernya untuk menghancurkan target utama di Seoul dan tentara Korea Selatan” jika tentara mereka terlibat dalam aksi militer yang berbahaya seperti serangan pendahuluan .

Namun Korut tidak merinci lokasi yang menjadi target utama di Seoul.

Ketegangan di semenanjung Korea telah meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir setelah Korut menguji dua rudal balistik pada 26 Februari dan 4 Maret yang melibatkan sistem rudal balistik antarbenua (ICBM) baru yang sedang dikembangkan negara itu, dan saat negara itu melakukan uji ICBM penuh–yang pertama sejak 2017–minggu lalu.

Baca juga: Sempat gagal, Korut kembali tembakkan rudal balistik jarak jauh

Setelah uji itu, Amerika Serikat pada Jumat menjatuhkan sanksi pada lima entitas yang tidak memberikan dukungan untuk pengembangan senjata pemusnah massal dan program rudal balistik Korut.

Ketegangan dapat meningkat lebih lanjut karena Presiden terpilih Korsel Yoon Suk-yeol akan mulai lebih bulan depan.

Yoon dulu pernah mengatakan bahwa serangan pendahuluan mungkin satu-satunya cara untuk melawan rudal hipersonik baru Korut jika negara itu tampak siap menyerang dalam waktu dekat.

Yoon telah memastikan agar Korsel meningkatkan kemampuan militernya untuk mengecilkan lawan, termasuk dengan memperkuat hubungan AS. Dia juga telah berusaha membangun saluran dialog permanen tiga pihak antara Korsel, Korut dan AS.

Sumber: Reuters

Baca juga: “Rudal balistik” Korut meledak di udara saat uji coba
Baca juga: Korsel yakin Korut akan segera uji coba rudal balistik antarbenua

Penerjemah : Mulyo Sunyoto
Editor: Anton Santoso
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Leave A Reply

Your email address will not be published.