Kontribusi sektor energi, mineral terhadap penerimaan negara naik 103%: kementerian

0


Jakarta (ANTARA) – Kontribusi sektor energi dan sumber daya mineral terhadap penerimaan negara melonjak 103% year on year hingga Juli tahun ini, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif.

“Hingga Juli tahun ini, kontribusi sektor ESDM terhadap penerimaan negara sudah mencapai Rp141 triliun atau meningkat lebih dari 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Sedangkan investasi di sektor tersebut sudah mencapai lebih dari US$12 miliar. ” ujarnya dalam acara virtual yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pertambangan dan Energi ke-76, Selasa.

Sektor energi dan mineral Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan positif di tengah pandemi COVID-19, kata Menkeu.

Di subsektor migas, pemerintah telah memberikan beberapa insentif untuk menarik investasi dan membuat skema kontrak bagi hasil lebih fleksibel, katanya.

“Kami membuat kontrak bagi hasil migas lebih fleksibel dengan skema gross-split atau cost recovery. Untuk menarik investasi di sektor hulu, kami memberikan berbagai insentif, termasuk (investasi) di Blok Mahakam,” kata Tasrif.

Pada Agustus 2021, lapangan migas terbesar, Blok Rokan, resmi dikelola PT Pertamina, katanya.

Berita Terkait: Indonesia-AS Tingkatkan Kerja Sama Bidang Energi: Kementerian

Kementerian telah mengeluarkan kebijakan tentang penggunaan batu bara untuk menjaga pasokan energi dalam negeri, terutama untuk pembangkit listrik, kata menteri.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memfokuskan kebijakan untuk memastikan pemerataan akses listrik untuk semua, katanya.

“Saat ini rasio elektrifikasi kita sudah mencapai 99,4 persen. Tahun depan kita targetkan bisa melistriki seluruh rumah tangga 100 persen,” kata Tasrif.

Kementerian telah merumuskan Grand Design Strategi Energi Nasional (GSEN) untuk memetakan rencana peningkatan kapasitas pembangkit energi terbarukan sebesar 38 GW pada tahun 2035, ujarnya.

Beberapa upaya telah dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, antara lain percepatan substitusi energi primer, konversi energi fosil, serta peningkatan kapasitas energi terbarukan dan penggunaan energi hijau non-listrik, jelasnya.

“Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memprioritaskan pengembangan energi surya karena biaya investasinya lebih murah dan waktu pelaksanaannya lebih singkat,” katanya.

Program tersebut akan mendukung target transformasi energi menuju net-zero emission (NZE), yang telah menjadi komitmen bersama yang harus dicapai pada tahun 2060 atau lebih awal dengan bantuan internasional, tambahnya.

Berita Terkait: Sektor migas memiliki peran strategis dalam transisi energi: menteri

Leave A Reply

Your email address will not be published.