Komunitas Putri Ombak adakan selancar berkebaya di Pantai Kuta

0



Badung (ANTARA) – Komunitas Putri Ombak mengadakan kegiatan Kartini pergi Surf Pameran pakaian kebaya dalam rangka menyambut Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April di Pantai Kuta, Badung, Bali.

Kegiatan selancar tersebut diikuti oleh puluhan perempuan dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara pecinta olahraga selancar.

“Antusias peserta ternyata cukup tinggi untuk berpartisipasi pada kegiatan Kartini pergi Surf ini, dari jumlah peserta yang ikut, yang teregistrasi ada sebanyak 15 orang. Tetapi, di lapangan, yang hadir mencapai 30 orang,” kata Ketua Putri Ombak, Stella, di Pantai Kuta, Sabtu.

Ia menjelaskan selancar berkebaya tak hanya diikuti oleh orang dewasa saja, namun jumlah anak-anak perempuan juga ikut berpartisipasi.

Tampak sejumlah anak perempuan, juga sangat mahir memainkan papan selancar di atas ombak pantai Kuta. Dengan tubuh yang mungil, anak-anak ini, tidak merasa takut.

Baca juga: Ketua DPR: Pengesahan RUU TPKS hadiah kaum perempuan di Hari Kartini

Kegiatan Kartini pergi Surf ini, selain untuk mendukung Hari Kartini, juga untuk menghidupkan kembali eksistensi dari Komunitas Putri Ombak.

Melalui kegiatan ini, ingin ingin mengenalkan, selain pantai yang indah, namun di Bali juga ada komunitas selancar khusus perempuan.

“Kami ingin mengangkat kembali keberadaan Komunitas Putri Ombak. Selain mendukung Hari Kartini, juga membangkitkan potensi berselancar di kalangan perempuan, termasuk juga dengan adanya selancar berkebaya, kami ingin membangkitkan semangat perjuangan Kartini,” katanya.

Kegiatan tersebut juga untuk mendorong dan membangkitkan Bali yang menciptakan pandemi COVID-19, mengingat saat ini pariwisata internasional telah mulai dibuka.

Sementara itu, salah seorang peserta, Dewi Anggraini, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan selancar dengan mengenakan pakaian kebaya.

Meski baru pertama kali ikut, dirinya mengaku tidak merasa kesulitan saat berselancar dan malahan merasa lebih menyenangkan meski berpakaian kebaya.

“Melalui kegiatan ini, perempuan Indonesia bisa lebih berani, bisa yakin kalau perempuan Indonesia bisa setara dengan laki-laki,” katanya.

Baca juga: Ucapan terima kasih menggema saat pengesahan RUU TPKS di DPR RI

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Nyoman Hendra
Editor: Triono Subagyo
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Leave A Reply

Your email address will not be published.