Komisi II akan cermati mekanisme Kemendagri tarik biaya akses NIK

0



Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengatakan Komisi II DPR akan mengawasi dan mencermati mekanisme Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam menarik biaya untuk mengakses Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebesar Rp1.000.

“Komisi II DPR akan mencermati dana yang dihimpun dan ditarik oleh Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) agar bisa dikelola dengan baik dan akuntabel sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada,” kata Rifqi di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar tujuan Kemendagri menarik tarif untuk pengembangan dan perawatan “server” teknologi informasi bisa tercapai.

Baca juga: Kemendagri menyusun regulasi PNBP pemanfaatan data adminduk

Menurut dia, kebijakan penarikan biaya dalam akses NIK itu akan diatur sebaik-baiknya oleh Kemendagri karena sebagian besar dilakukan oleh kementerian/lembaga.

“Karena sebagian besar yang mengakses adalah kementerian/lembaga yang selama ini aksesnya gratis. Karena itu saja tidak bisa membebankan masyarakat namun kementerian/lembaga tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah akan menarik tarif Rp1.000 setiap kali akses nomor induk kependudukan (NIK) di database kependudukan agar pemerintah memiliki dana untuk perawatan sistem data kependudukan.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan ratusan server yang dikelola pusat data Dukcapil sudah terlalu tua rata-rata usianya sudah melebihi 10 tahun. Selain itu, sudah habis masa garansi. Komponen perangkat itu pun sudah tidak diproduksi lagi (end off support/end off life).

Menurut dia memang sudah saatnya server-server diremajakan agar pelayanan publik lebih baik dan menjaga pemilu presiden dan pilkada serentak 2024 agar bisa berjalan baik dari sisi penyediaan daftar pemilih.

Baca juga: Kemendagri: Target 100 persen penyandang disabilitas memiliki dokumen kependudukan
Baca juga: Pemprov Lampung jemput bola pencatatan data kependudukan disabilitas
Baca juga: Kemendagri terima penghargaan kementerian sangat baik

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Leave A Reply

Your email address will not be published.