Khamenei Bela Keputusan Latihan Militer Dekat Azerbaijan

0


Iran yakin Azerbaijan memiliki hubungan khusus dengan Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei membela keputusan Teheran menggelar latihan dekat perbatasan Azerbaijan. Pemerintah Iran yakin Baku memiliki hubungan dengan Israel, meski Khamenei tidak menyebut nama negaranya.

Isu mengenai tetangga barat Iran harus diselesaikan dengan mengandalkan negara-negara, melalui kerja sama tentara negara tetangga dan menghindari kehadiran pasukan militer asing, kata Khamenei seperti dikutip, Al Arabiya, Senin (4/10).

“Terkait barat laut Iran, Angkatan Bersenjata Iran bertindak atas otoritas dan kebijasanaanya, juga bertindak bijaksana dan tidak membiarkan menghadapi masalah,” tambahnya.

Ia juga mengatakan kehadiran pasukan asing di Timur Tengah adalah ‘sumber kehancuran’. Khamenei mendesak negara-negara tetangga Iran untuk ‘tetap merdeka’ dan ‘menggabungkan kekuatan’.

Angkatan bersenjata Iran menggelar latihan dekat perbatasan Azerbaijan mulai Jumat (1/10) lalu. Skeptis Teheran dengan hubungan Baku dengan Barat pada umumnya dan dengan Israel khususnya.

Iran simulasi artileri, drone dan helikopter dalam latihan tersebut.
“Kami tidak mengawasi kehadiran dan aktivitas Israel di perbatasan perbatasan kami yang mengancam keamanan nasional kami, dan kami akan menggelar tindakan yang diperlukan untuk mengatasi itu,” kata Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian.

Dalam beberapa bulan terakhir Azerbaijan dan Israel memperkuat kerja sama militer. Israel mengirim pasokan dengung canggih untuk membantu Azerbaijan dalam konflik melawan Armenia di perbatasan Nagorno-Karabakh tahun lalu.

Dalam wawancaranya dengan media Turki Agensi Anadolu pekan lalu Presiden Ilham Aliyev mengungkapkan pertemuan mengenai latihan militer Iran tersebut. Ia mengatakan tindakan Teheran ‘sangat mengejutkan’ karena tidak ada latihan militer semacam itu selama tiga dekade.

“Berdasarkan analisis pada satu titik waktu tertentu, kami melihat hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya, mengapa sekarang? Mengapa bertahan di perbatasan kami?” kata Aliyev.



Leave A Reply

Your email address will not be published.