Kemlu: Kasus Adelina jadi pengingat mendesaknya penanganan TPPO

0



Jakarta (ANTARA) –
Kasus pekerja migran asal Indonesia, Adelina Lisao yang meninggal dunia saat bekerja di Malaysia, menjadi momentum untuk mencari solusi terbaik dalam menangani tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha, Selasa.

Bagaimana kita bisa menggunakan momentum penanganan kasus Adelina Lisao ini dengan bedah kasus yang kita lakukan, dengan memahami akar masalahnya, kita akan bisa melakukan upaya-upaya pembenahan tata kelola dari hulu hingga ke diskusi panel terkait kasus Adelina yang dari Jakarta.

Adelina Lisao adalah pekerja migran asal Indonesia di Malaysia yang ditemukan meninggal dunia di luar rumah majikannya di Pulau Penang, Malaysia, pada 2018 silam.

Dia diduga menjadi korban dan dipaksa tidur di luar rumah dengan anjing peliharaan sang majikan yang tak ingin rumahnya dikotori oleh cairan yang keluar dari luka Adelina.

Majikan Adelina, Ambika, menyalakan kembali disidang dalam kasus-kasus tersebut pada Desember mendatang.

Baca juga: Sidang kasus pembunuhan Adelina dilanjutkan Desember

Sebelum pada 2019, Pengadilan Banding Putrajaya di Malaysia Ambika dari Pengadilan Kasus pembunuhan Adelina.

Kemlu RI menggelar acara bedah kasus untuk mengumpulkan berbagai masukan apa yang dapat dilakukan untuk memastikan memastikan Adelina dan keluarganya mendapatkan keadilan, dan membahas solusi atas masalah TPPO hingga akar-akarnya.

“Cukuplah Adelina Lisao yang mengalami ini, tidak ada kasus-kasus lain. Ini menjadi tanggung jawab kita semua, dan kemudian tentunya untuk melakukan hal tersebut, seluruh pemangku kepentingan baik yang ada di Indonesia maupun di negara tujuan, kita berdayakan,” papar Judha.

Acara itu dihadiri oleh perwakilan dari berbagai institusi, termasuk DPR RI, Ombudsman RI, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Migrant Care, otoritas keamanan, dan serikat pekerja migran.

Di samping itu, namun akan mendorong langkah-langkah pendekatan dengan diplomasi total, yakni tak hanya antar-pemerintah, juga melalui jalur kedua (diplomasi jalur kedua) yang dapat dilakukan melalui para mitra, baik di tingkat bilateral maupun di tingkat ASEAN.

Baca juga: PPP Malaysia sesalkan permainan majikan Adelina Lisao
Baca juga: Jaksa bakal banding atas majikan Adelina Lisao

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Anton Santoso
HAK CIPTA © ANTARA 2021

Leave A Reply

Your email address will not be published.