Kemkes Minta Produsen Alkes Buka Pabrik di Indonesia

0


Kemenkes tidak yakin perusahaan asing mau 100 persen melakukan transfer teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Prof Abdul Kadir meminta produsen alat kesehatan luar negeri membangun pabrik di Indonesia. Menurut dia, itu merupakan alternatif yang dapat dicapai agar Indonesia bisa memproduksi alat kesehatan sendiri mengingat masih kurangnya penelitian dan pengembangan bidang kesehatan di dalam negeri.

“Mau tidak mau kalau kita mau percepatan, tidak ada jalan lain kecuali kita mengadopsi teknologi dari luar. Artinya, semua vendor atau vendor luar negeri kita panggil untuk membuat pabrik di sini,” kata Kadir dalam RDP Komisi IX dengan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Senin (28/9).

Namun demikian, sulit untuk mengharapkan ilmu dan teknologi dari perusahaan asing tersebut dapat dipelajari oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Sebab, para perusahaan itu belum tentu 100 persen melakukan transfer teknologi. “Transfer pengetahuan misalnya Apakah kita seperti orang Jepang bisa mencuri ilmunya orang itu, kita pakai?” kata dia.

Industri kesehatan dalam negeri saat ini, menurut dia, belum mampu memproduksi alat-alat kesehatan yang berteknologi tinggi. “Kita belum mampu memproduksi alat-alat kesehatan dalam negeri yang masuk dalam kelompok teknologi tinggi seperti misalnya MRI, CT scan,” katanya.

Industri kesehatan dalam negeri baru mampu menghasilkan alat-alat kesehatan berteknologi rendah. Bahkan, komponen alat kesehatan tersebut masih berasal dari luar negeri. “Kita itu lebih banyak perakitan, ganti selubung, ganti merk, dianggap produksi dalam negeri. TKDN-nya 40 persen,” kata dia.

sumber : Antara



Leave A Reply

Your email address will not be published.