Kementerian mengembangkan inovasi untuk retrofit infrastruktur yang ada

0


SNI telah disiapkan untuk memastikan keamanan dan kekuatan struktur yang ada…

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan inovasi perkuatan konstruksi infrastruktur eksisting guna mewujudkan pembangunan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan di seluruh Indonesia dengan menggunakan serat polimer bertulang (FRP).

“Penggunaan teknologi tepat guna, efektif, dan ramah lingkungan didorong untuk menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Hadimuljono menyoroti pentingnya dukungan inovasi dan teknologi untuk melakukan pembangunan infrastruktur yang lebih cepat, akurat, efisien, dan berkualitas.

Sementara itu, dalam menjaga keandalan bangunan eksisting, struktur harus diperbaiki agar mampu menahan beban yang lebih besar, memperbaiki kerusakan, memperbaiki cacat desain, memperbaiki kelemahan kinerja, dan meningkatkan daktilitas.

Bahan FRP dapat digunakan untuk perkuatan. Ini adalah bahan yang ringan dan tidak korosif dengan kekuatan tarik tinggi.

Profil tipis FRP sering digunakan untuk struktur yang mengutamakan aspek estetika atau aksesibilitas. Ini dapat digunakan untuk struktur yang tidak dapat dibuat dengan teknik konvensional.

Untuk mensosialisasikan penggunaan material tersebut, Direktorat Teknik Permukiman dan Perumahan (BTPP) kementerian mengadakan Bimbingan Teknis Perkuatan Struktur Existing Menggunakan Material FRP.

Berita Terkait: BPKN menggarisbawahi pentingnya SNI untuk produk dengan risiko tinggi

Direktur BTPP Dian Irawati dalam sambutannya dalam acara tersebut menyampaikan bahwa perkuatan struktur beton menggunakan material FRP diatur dalam enam Standar Nasional Indonesia (SNI): SNI 8970:2021, SNI 8971:2021, SNI 8972:2021, SNI 8973: 2021, SNI 8974:2021, dan SNI 8975:2021.

“SNI telah disiapkan untuk menjamin keamanan dan kekuatan struktur eksisting dengan menetapkan persyaratan dan perhitungan yang lengkap untuk meningkatkan kapasitas struktur menahan beban yang diinginkan,” ujarnya.

Ia menegaskan upaya tersebut sejalan dengan amanat untuk memenuhi aspek keamanan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

Berita Terkait: Regulasi SNI diperkuat untuk daya saing industri dalam negeri

Leave A Reply

Your email address will not be published.