Kementerian berkolaborasi untuk mendorong inovasi di desa

0


Jakarta (ANTARA) – Dua kementerian telah menandatangani kesepakatan kerja sama untuk mendorong inovasi pemecahan masalah yang dihadapi desa di Indonesia.

Penandatanganan dilakukan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Ditjen pendidikan vokasi akan bekerja sama dengan Kementerian Desa atas nama Kementerian Pendidikan, kata seorang pejabat.

“Melalui pendidikan vokasi, dapat dihasilkan berbagai inovasi baru yang berperan dalam percepatan pengembangan sumber daya manusia (SDM), termasuk di masyarakat pedesaan,” kata Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto. , demikian dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kolaborasi antar kementerian telah terjalin dengan ditandatanganinya kesepakatan tersebut. Sakarinto menambahkan, pendidikan vokasi bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter kuat dan terampil, kompeten, serta berdaya saing, sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Komitmen kuat dari berbagai pemangku kepentingan juga diperlukan untuk membangun link and supermatch paket 8+1 antara dunia pendidikan vokasi dengan dunia usaha, industri, dan kerja, ujarnya.

Konsep paket 8+1 meliputi soft skill, tenaga pengajar tamu dari industri, magang, sertifikat kompetensi, pelatihan, penelitian terapan, penyerapan komitmen lulusan, dan beasiswa/kontrak kerja/donasi dari industri

Berita Terkait: Pendidikan vokasi harus sesuai dengan kebutuhan dunia usaha: kementerian

“Sebagai program prioritas yang sedang digalakkan pemerintah, pendidikan vokasi dipersiapkan untuk mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul yang kompeten, inovatif, kreatif, dan mampu bersaing secara global, sehingga pendidikan vokasi dapat menjadi jawaban atas tantangan tersebut. zaman untuk mengembangkan potensi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Penerangan Desa, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Suprapedi mengatakan, penting untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat landasan bersama dalam membangun dan memberdayakan masyarakat pedesaan.

“Melalui Teknologi Efektif Nasional XII tahun 2021, diharapkan kita dapat menjalin kemitraan bagi semua pemangku kepentingan, berkolaborasi dalam mengejar pembangunan desa, termasuk melakukan Perjanjian Kerja Bersama dengan Ditjen Pendidikan Vokasi,” kata Suprapedi.

Melalui kerja sama ini, Ditjen Pendidikan Vokasi siap memfasilitasi pembelajaran di daerah tertinggal dan transmigrasi guna mengembangkan kurikulum SMK yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mendukung inovasi dan pemanfaatan teknologi yang efektif, ujarnya. Hal ini bertujuan untuk mendorong tingkat produktivitas desa, daerah tertinggal, dan daerah transmigrasi, tambahnya.

Kementerian juga bersiap mendorong peningkatan kapasitas kewirausahaan dalam pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi melalui Program Keterampilan Wirausaha dan Program Keterampilan Kerja, katanya.

Berita Terkait: Pendidikan vokasi penting untuk pengembangan sumber daya manusia: Presiden
Berita Terkait: Keterlibatan industri untuk mengantarkan peningkatan kualitas pendidikan

Leave A Reply

Your email address will not be published.