Kementan dorong ekspor produk perkebunan organik

0


Ada lebih dari 150 desa organik binaan di seluruh Indonesia…

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertanian menetapkan produk olahan organik asal Indonesia berpotensi menguasai pasar global karena masyarakat semakin tertarik mengonsumsi makanan sehat.

Berdasarkan penilaian tersebut, Ditjen Perkebunan Kementerian Perkebunan berupaya meningkatkan daya saing komoditas perkebunan agar dapat memasuki pasar global karena permintaan terhadap produk tersebut semakin meningkat, terutama di tengah pandemi.

“Pelaku perkebunan juga terus menghasilkan berbagai turunan dari berbagai produk organik,” kata Pj Dirjen Perkebunan Kementan Ali Jamil dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan di Jakarta, Kamis.

Pemerintah mendorong pengembangan komoditas perkebunan organik yang dibuat dengan standar produksi ramah lingkungan untuk memenuhi permintaan pasar global akan produk perkebunan yang berkualitas, aman, dan sehat, serta untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan, ujarnya.

Besarnya potensi produk organik di Indonesia terlihat dari semakin banyaknya komoditas olahan perkebunan organik dari tahun ke tahun.

Hal ini juga terlihat dari peningkatan jumlah toko produk organik, tren gaya hidup sehat, jumlah asosiasi peminat produk organik, serta berdirinya beberapa Lembaga Sertifikasi Organik.

“Ada lebih dari 150 desa organik binaan di seluruh Indonesia, yang menghasilkan kopi organik, kakao, lada hitam, minyak kelapa, teh, vanili, jambu mete, gula aren, serta gula aren bubuk,” kata Pj Dirjen.

Menurut catatan resmi, Indonesia memiliki 17.948 produsen komoditas organik, dengan total luas perkebunan mencapai 208 ribu hektar. Sementara itu, pangsa pasar organik global Indonesia sebesar 0,4 persen.

Jamil mengatakan, menurut data Organic Trade Association (OTA), Indonesia merupakan salah satu produsen utama produk organik selain India, Ethiopia, Tanzania, Uganda, dan Peru. Sedangkan importir terbesar produk tersebut adalah Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis.

Berita Terkait: Kedelai lokal lebih bergizi dan organik daripada kedelai impor
Berita Terkait: Menteri BUMN Dukung Program Peningkatan Lapangan Kerja Pertanian
Berita Terkait: Pemerintah tingkatkan produksi pangan melalui pengembangan kawasan food estate

Leave A Reply

Your email address will not be published.