Kementan berikan 1.000 ton pakan jagung untuk petani

0


Kebijakan tersebut bertujuan untuk meringankan beban peternak rakyat, membantu mereka mengoptimalkan produksi, dan menjual telur atau ayam pedaging di atas harga pokok penjualan (HPP).

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertanian menyatakan akan memasok seribu ton pakan jagung ke peternak unggas petelur di Kota Blitar, Jawa Timur, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dan Provinsi Lampung.

Langkah itu diambil sebagai bagian dari upaya penyediaan pakan murah bagi peternak unggas, kata Sekretaris Jenderal Kementerian, Kasdi Subagyono, kepada Komisi IV DPR RI dalam rapat di Jakarta, Senin.

“Menteri telah membuat tiga skenario yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang,” katanya.

Dalam skenario jangka pendek, Ditjen Tanaman Pangan akan memasok 1.000 ton pakan jagung khusus ke Blitar, Kendal, dan Lampung, ujarnya.

Kementerian akan mengumpulkan telur dari petani melalui perusahaan integrator milik negara untuk mengatasi penurunan harga telur di pasar, tambahnya.

Pembelian telur dari peternak akan berkelanjutan karena telur akan diolah menjadi tepung, tambahnya.

“Butuh waktu untuk merancang dan membangun pabrik integrator, agar telur tidak oversupply, (yang nantinya) menyebabkan harganya turun,” kata Subagyono.

Dia menganggap skenario jangka panjang lebih permanen. Untuk komoditas jagung akan dibuat buffer stock atau cadangan pangan dan pakan sehingga pemerintah bisa mengatur harganya di pasar, seperti halnya regulasi harga beras, katanya.

Berita Terkait: Pemerintah impor jagung untuk pakan unggas

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi mengatakan solusi lain untuk mengelola harga jagung bisa dengan meningkatkan distribusi antara daerah sentra jagung dan petani.

Kementerian Pertanian mendorong petani jagung binaan kementerian untuk bekerja sama dengan petani, ungkapnya.

“(Kami menyarankan) Petani jagung binaan bermitra dengan petani kecil. (Dengan itu) akan ada jaminan pasokan, dan harga akan disepakati bersama. Ini akan menjadi hubungan yang menguntungkan antara petani jagung dan petani telur,” kata Suwandi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk menyediakan 30 ribu ton jagung untuk pakan ternak dengan harga Rp4.500 per kg.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk meringankan beban peternak rakyat, membantu mereka mengoptimalkan produksi, dan menjual telur atau ayam pedaging di atas harga pokok penjualan (HPP), kata Suwandi.

Berita Terkait: Produsen unggas dunia mengincar pasar Indonesia yang luas

Leave A Reply

Your email address will not be published.