Kemenperin uraikan enam strategi antisipasi gelombang ketiga COVID-19

0


Jakarta (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan pemerintah telah merumuskan enam strategi untuk mengantisipasi gelombang ketiga COVID-19 yang berpotensi terjadi pada akhir tahun 2021.

“Keberhasilan kita dalam menurunkan jumlah kasus COVID-19 tidak boleh berhenti,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, mobilitas masyarakat meningkat selama liburan Natal dan Tahun Baru sehingga jumlah kasus dan kematian COVID-19 melonjak tajam, katanya.

Oleh karena itu, pemerintah telah memperkuat langkah-langkah antisipatif untuk akhir tahun ini, kata menteri.

Yang pertama dari enam strategi antisipasi gelombang ketiga infeksi adalah memastikan pelonggaran pembatasan aktivitas diikuti dengan kontrol ketat di lapangan, ia menginformasikan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dalam menanggapi pelonggaran pembatasan.

“Kita harus tetap waspada dengan mematuhi protokol kesehatan dan membatasi mobilitas kita,” katanya.

Berita Terkait: Indonesia didesak tingkatkan keamanan bandara untuk cegah gelombang ketiga: IDI

Kedua, pemerintah terus meningkatkan vaksinasi pada lansia, terutama di daerah aglomerasi dan pusat pertumbuhan ekonomi, untuk mencegah tingginya angka kematian dan rawat inap jika terjadi gelombang ketiga, kata menteri.

Ketiga, pemerintah mempercepat vaksinasi pada anak-anak agar daya tahan tubuh mereka kuat saat libur Natal dan Tahun Baru tiba, ujarnya.

Keempat, pemerintah menerapkan protokol yang ketat untuk perjalanan internasional, khususnya di Bali, kata menteri.

Kelima, penguatan peran pemerintah daerah dalam mengawasi kegiatan dan mengedukasi warga di daerah terkait protokol kesehatan yang perlu diterapkan, tambahnya.

Terakhir, mempromosikan protokol kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan masyarakat, kata Plate.

“Kerja sama yang baik dari semua pihak sangat diperlukan agar Indonesia dapat berhasil menangani pandemi COVID-19,” kata Menkeu.

Pemerintah juga mengimbau kepada panitia penyelenggara Natal untuk mematuhi Surat Edaran Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Besar Keagamaan untuk mengurangi risiko penularan COVID-19, dan pada sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan Natal.

Berita Terkait: Indonesia tingkatkan tes untuk antisipasi gelombang ketiga COVID-19
Berita Terkait: Jumlah kasus harian dapat meningkat secara signifikan selama liburan akhir tahun

Leave A Reply

Your email address will not be published.