Kemenperin dorong standardisasi untuk meningkatkan daya saing industri

0


Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perindustrian akan mendukung upaya penguatan daya saing sektor industri melalui peningkatan kualitas produk untuk memenuhi kebutuhan pasar, kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Selain itu, industri perlu melakukan inovasi atau optimalisasi teknologi agar dapat berjalan secara efektif dan efisien, tambahnya.

Kartasasmita mengatakan, kementeriannya telah menginisiasi standardisasi dan optimalisasi teknologi industri guna mewujudkan sektor industri yang mandiri, berdaulat, maju, adil, dan inklusif.

“Langkah strategis yang telah dilakukan antara lain peningkatan jumlah Standar Nasional Indonesia (SNI), penyederhanaan prosedur untuk mendapatkan SNI, dan penguatan lembaga penilaian kesesuaian,” kata Menkeu di Jakarta, Rabu, menurut keterangan tertulis yang dikeluarkan kementerian.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi mengatakan, di industri manufaktur, produsen yang membuat produk sesuai persyaratan standar juga akan diuntungkan dengan peningkatan persepsi pelanggan terhadap kualitas produk.

Artinya, standar juga berfungsi sebagai sinyal pasar untuk memberikan jaminan kualitas bagi konsumen, katanya.

Berita Terkait: Indonesia-Singapura bekerja sama untuk meningkatkan daya saing industri

Mengingat pentingnya peningkatan daya saing industri untuk memperluas pangsa pasar, maka keberadaan lembaga penilaian kesesuaian dan semua faktor pendukungnya, termasuk kalibrasi, akan berperan penting dalam hal ini, terutama melalui program standardisasi, tambahnya.

Oleh karena itu, BSKJI melaksanakan Bimbingan Teknis Seri II pada tahun 2021 pada Selasa (21/9) mendatang, ujarnya. Fokusnya pada ‘Peran Penilaian Kesesuaian dalam Standardisasi Industri untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Nasional’, tambahnya.

“Manfaat bimbingan teknis ini adalah untuk mempersiapkan kemampuan SDM industri dalam hal kalibrasi alat dan mesin pengujian produk yang akan digunakan untuk pengujian produk, baik di perusahaan industri maupun lembaga penilaian kesesuaian dalam rangka mendorong penjaminan mutu nasional yang lebih baik. produk industri,” kata Rahadi.

Ia menegaskan, bimbingan teknis tersebut sejalan dengan upaya Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia industri. Hal itu juga sejalan dengan roadmap Making Indonesia 4.0, tambahnya.

“Melalui bimbingan teknis ini, peserta diharapkan memahami metode kalibrasi untuk penjaminan mutu produk industri. Setelah itu, mereka dapat menerapkan ilmunya terutama terkait penjaminan kebenaran pengukuran yang meliputi standar pengukuran, kompetensi proses pengukuran, estimasi ketidakpastian, dan ketertelusuran proses untuk meningkatkan kualitas produk industri nasional,” kata Rahadi.
Berita Terkait: kunci sumber daya manusia bersaing di era industri 4.0: resmi

Sejak awal pandemi 2020 hingga Agustus 2021, BSKJI telah memberikan bantuan langsung untuk pengembangan SDM industri dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan lebih dari 46 ribu peserta dari berbagai sektor industri, ungkapnya. Bimbingan teknis seri ke-2 ini diikuti oleh dua ribu peserta, tambahnya.

“Dengan pelaksanaan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan ke depan industri mampu meningkatkan pengetahuan dan keahlian SDM industri sehingga dapat meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan daya saing industri nasional,” imbuhnya.

Rahadi optimistis melalui upaya strategis tersebut, sektor industri dapat berkontribusi dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional. “Selama ini sektor industri menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kinerja industri pengolahan nonmigas tumbuh 6,91 persen pada triwulan II 2021, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7,07 persen, ujarnya.

“Dengan menguasai kalibrasi sebagai langkah peningkatan daya saing, Kementerian Perindustrian mengharapkan pangsa pasar produk dalam negeri yang lebih luas, sehingga strategi yang ditempuh dapat berhasil secara optimal,” tambahnya.

Berita Terkait: Sumber daya manusia, infrastruktur kunci revolusi industri 4.0: BPPI

Leave A Reply

Your email address will not be published.