Kemenpar melatih pelaku usaha pariwisata di Pulau Tidung Jakarta

0


Jakarta (ANTARA) – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menyelenggarakan pelatihan e-commerce selama tiga hari untuk usaha mikro di Pulau Tidung di Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi Jakarta, untuk mendorong digitalisasi dan upskill pelaku sektor pariwisata, khususnya dalam pemasaran online. .

“Usaha mikro harus bangkit. Jangan sampai mereka tersingkir,” kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Eddy Satrya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Pandemi COVID-19 menyebabkan aktivitas bisnis menurun, ujarnya. Hal yang sama juga terjadi pada pelaku usaha Pulau Tidung yang mengandalkan sektor pariwisata, ujarnya.

Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen membantu usaha mikro Pulau Tidung dengan pelatihan agar tetap produktif dan kreatif di tengah kesulitan, kata Satrya.

“Apapun kondisinya, di pulau kecil atau pulau besar, kita harus selalu bertahan. Apa yang bisa dilakukan, baik produk kerajinan, produk kuliner untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Berita Terkait: Pemprov Jakbar akan distribusikan paket alat kesehatan kepada UMKM

Usaha mikro dapat mengakses beberapa layanan yang ditawarkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM, seperti perizinan, sertifikasi halal, dan bantuan layanan hukum, tambahnya.

Deputi juga mengunjungi dua penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) Pulau Tidung.

Mutasiyah, salah satu pelaku usaha kuliner yang dua kali mendapat bantuan pemerintah pada tahun 2020 dan 2021 mengatakan membantu peningkatan permodalan, stok bahan baku, dan menjaga kelangsungan usaha.

Peserta pelatihan mengatakan, sektor pariwisata diharapkan segera pulih karena merupakan sumber pendapatan bagi penduduk di Kepulauan Seribu.

Pelatihan e-commerce ini diharapkan dapat membantu dalam mempersiapkan kebangkitan dan pergerakan bisnis setelah sektor pariwisata bangkit kembali, kata Satrya.

Tiga puluh usaha mikro dari sektor pariwisata di wilayah Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan, katanya.

Pelatihan dilakukan selama tiga hari dari tanggal 8-10 Oktober 2021. Bertempat di Desa Tidung, dan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19, ujarnya.

Peserta mendapatkan materi tentang strategi pemasaran digital dan riset pasar, people and big data dan marketing mix, jenis iklan, dan platform periklanan, ujarnya.

Mereka juga mendapatkan pelatihan pemasaran media sosial, pengenalan media online dan persiapan penjualan online, pembuatan konten online dan manajemen penjualan online, serta praktik pasar online, tambahnya.

Berita Terkait: Jakarta memiliki modal pendukung untuk melanjutkan tren pemulihan ekonomi: BI

Leave A Reply

Your email address will not be published.