Kejaksaan NTT hemat Rp17,3 miliar dari dugaan korupsi

0


Lebih dari 30 orang telah diinterogasi oleh petugas kami hingga saat ini…

Kupang, Nusa Tenggara Timur (ANTARA) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp17,3 miliar dari skema dugaan korupsi perjanjian kerja sama penggunaan dana milik Pemerintah Kabupaten Kupang. aset. “Melalui proses penyidikan yang panjang, Kejati Provinsi NTT berhasil menghemat Rp17,3 miliar dana negara dari PT Nusa Investasi Mandiri yang menggunakan aset tersebut,” kata Yulianto, Ketua Kejati Provinsi NTT, Kamis.

Dia menambahkan, kerugian negara adalah selisih biaya sewa aset yang digunakan sebagai supermarket selama 30 tahun.

Selisih biaya sewa seharusnya menjadi milik Pemkab Kupang, tegasnya, didampingi Bupati Kupang, Korinus Masneno.

Penanganan kasus korupsi oleh kejaksaan lebih difokuskan pada upaya pemulihan kerugian negara dan bukan pada jumlah kasus dan tersangka yang tertangkap, tambahnya.

Menurut Kepala Kejaksaan Tinggi, uang Rp17,3 miliar yang dicuri seharusnya digunakan untuk pengembangan ekonomi masyarakat setempat.

“Sebelumnya kami telah melakukan mediasi antara kedua belah pihak dan mendorong investor untuk mengembalikan selisih biaya tersebut. Upaya tersebut berhasil karena investor mengembalikan dana tersebut,” jelasnya.

Namun, dia menegaskan penyelidikan masih akan dilanjutkan oleh Kejati Provinsi NTT.

“Pekan depan, Kejati Provinsi NTT akan memutuskan apakah penyidikan akan dilanjutkan atau tidak. Lebih dari 30 orang telah dimintai keterangan oleh petugas kami hingga saat ini. Namun, belum ada tersangka yang ditetapkan,” tambahnya.

Berita Terkait: KPK cegah kerugian negara Rp592,4 triliun pada 2020
Berita Terkait: KPK pulihkan kerugian negara Rp1,196 triliun dari korupsi

Leave A Reply

Your email address will not be published.