Kearifan lokal adalah fondasi penting untuk melestarikan sumber daya laut: KKP

0


Jakarta (ANTARA) – Berbagai bentuk kearifan lokal menjadi landasan penting untuk melestarikan kekayaan dan keanekaragaman sumber daya kelautan dan perikanan bangsa, menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementan Adin Nurawaluddin mengungkapkan perasaan yang kuat tentang kearifan dan nilai lokal yang diharapkan dapat menjadi landasan untuk melestarikan sumber daya kelautan dan perikanan.

Nurawaluddin mencontohkan pepatah bijak “Na Senising Kami Bala” dari masyarakat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, yang menjadi pesan penting yang ingin disampaikan untuk menjamin kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan.

“Na senising kami bala” adalah pepatah bijak yang sudah ada sejak lama di Sumbawa, agar tidak meninggalkan jejak kehancuran bagi generasi penerus.

Untuk itu, Nurawaluddin menyoroti pentingnya tidak menangkap ikan dengan bom ikan dan racun.

Ia menjelaskan, praktik pengeboman ikan yang diterapkan di ekosistem perairan dapat merusak lingkungan sekaligus membahayakan nelayan yang menggunakannya.

Nurawaluddin mencatat, Teluk Saleh yang terletak di Sumbawa memiliki sumber daya perikanan yang beragam, yang merupakan aset nasional, yang harus dilindungi dan dilestarikan.

Pada tahun 2021, kementerian telah menangani 31 kasus penangkapan ikan yang merusak yang terdiri dari 23 insiden pengeboman ikan dan masing-masing empat kasus tersengat listrik dan keracunan ikan.

Dalam kasus tersebut, 95 pelaku telah ditangkap dan saat ini sedang menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan bahwa kementerian akan terus meningkatkan kemampuannya untuk memantau kegiatan perikanan untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan oleh nelayan mematuhi peraturan keberlanjutan.

Berita Terkait: Kemenkeu upayakan pemanfaatan penuh potensi sumber daya laut
Berita Terkait: Kebijakan penangkapan ikan terukur bertujuan untuk menyeimbangkan ekologi, ekonomi: menteri
Berita Terkait: Lumbung ikan Indonesia ditargetkan menyumbang Rp3,71 triliun per tahun

Leave A Reply

Your email address will not be published.