Jarak tembak Jayapura dilengkapi untuk pertandingan global: resmi

0


Jayapura, Papua (ANTARA) – Lapangan Tembak Kampung Harapan di Kabupaten Jayapura, tempat berlangsungnya pertandingan menembak PON Papua, mampu menggelar kejuaraan dunia karena memenuhi standar internasional, kata seorang pejabat Jawa Barat.

“Arena tembak ini sangat cocok dijadikan sebagai lokasi kejuaraan nasional dan internasional,” kata pelatih tim tembak Jawa Barat I Ketut Wahyu Adhidarma kepada ANTARA di Jayapura, Jumat.

Menurut Adhidarma, kehadiran Lapangan Tembak Kampung Harapan merupakan peluang untuk mendidik para atlet penembak Papua.

“Arena ini harus dikelola dengan baik karena ideal. Lapangan tembak ini tidak berbeda dengan arena lain yang juga memenuhi standar internasional,” ujarnya.

Soal pelaksanaan lomba tembak PON Papua, ia menegaskan, kekurangan fasilitas di arena baru tidak ada hubungannya dengan timnya yang meraih sembilan medali emas untuk mencapai target yang ditetapkan Komite Olahraga Nasional (KONI) Jawa Barat.

“Mungkin ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Bukan hanya kita yang melihat kekurangan (pelaksanaannya) karena semua peserta juga pasti merasakan hal yang sama,” ungkapnya.

Atlet pada pertandingan menembak PON Papua sangat menyadari situasi yang berbeda di PON ke-20, tambah Adhidarma.

Berita Terkait: Olahraga berbasis akurasi berpotensi membawa Indonesia mendunia

“Kami membawa senjata sendiri. Namun, amunisi disediakan oleh PB Perbakin (Persatuan Tembak Indonesia) dan bukan oleh masing-masing kontingen,” jelasnya.

Amunisi tersebut diberikan oleh PB Perbakin untuk menghindari pemindahan amunisi oleh pihak yang tidak dikenal, ujarnya.

Jawa Barat menambah dua medali emas pada Jumat sore dari enam medali emas sebelumnya di cabang menembak.

Dua medali emas tambahan diraih pada lomba senapan angin 10 meter beregu putri dan senapan 3 meter beregu putri.

Perlombaan pistol udara 10 meter beregu putri dimenangkan oleh Ni Putu Sri Rachmawati dan Kinanthi Ulfa Aristi, sedangkan beregu putri 50 meter beregu 3 dimenangkan oleh Audrey Zahra Dhiyaanisa dan Citra Dewi Resti.

Sebelumnya, Audrey Zahra Dhiyaanisa dari Jawa Barat berhasil meraih emas di nomor perorangan putri senapan angin 10 meter, Fathur Gustafian di cabang senapan angin individu putra, Anang Yulianto di nomor lari cepat pistol 25 meter putra, dan medali emas lagi di nomor tersebut. senapan angin 10 meter putri, senapan angin 10 meter putra, dan senapan angin 10 meter beregu campuran.

Berita Terkait: Ketua KONI puji kehadiran penembak muda di pertandingan Papua

Leave A Reply

Your email address will not be published.