Jampidsus Isyaratkan Jerat Alex Noerdin dengan TPPU

0


Alex Noerdin kini menjadi tersangka kasus dugaan korupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kejaksaan Agung akan menjerat mantan gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dan tiga lainnya dengan tindak pidana tindak pidana pencucian uang (TPPU). Alex Noerdin kini menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dan pengelolaan gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan Dan Energi Sumatera Selatan (PDPDE Sumsel).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Supardi mengatakan, hasil penyidikan sementara ini mengarahkan dugaan TPPU dalam kasus-kasus yang merugikan negara sebesar Rp 480 miliar tersebut. “Kayaknya sih ada TPPU-nya. Dan ini masih terus kita dalami,” ujar Supardi saat dikonfirmasi Ahad (10/10).

Dia mengatakan, penambahan dugaan tersebut sekarang dalam menjalankan mekanisme berupa penguatan bukti-bukti tambahan terkait TPPU dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Kata dia, memperkuat dugaan TPPU tersebut akan diumumkan secara terbuka untuk diketahui publik. “Kita objektif saja. Yang ada (TPPU-nya) kita akan katakan ada. Yang tidak ada, ya tidak ada,” ujar Supardi.

Selain Alex Noerdin, dalam kasus dugaan korupsi PDPDE Sumsel, Jampidsus juga menetapkan Muddai Maddang, Caca Isa Saleh S, dan A Yaniarsyah H, sebagai tersangka. Keempat orang tersebut, sejak ditetapkan sebagai tersangka bulan lalu telah mendekam di tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kejakgung, di kawasan Blok-M, Jakarta Selatan.

Kasus dugaan korupsi tersebut terkait dengan pembelian gas bumi PDPDE Sumsel 2008-2018. Dikatakan Supardi, Alex Noerdin, mantan gubernur Sumsel, saat mengumumkan pembentukan PDPDE Gas. Perusahaan tersebut adalah kongsi bisnis yang bermasalah antara PDPDE Sumsel dan perusahaan swasta PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN). PDPDE Gas tersebut, karena diyakini memiliki PDPDE Sumsel sebagai penerima pembelian gas bagian negara yang tak mampu mengelola dan pembentukan modal.

Padahal diketahui, perusahaan milik pemerintah daerah tersebut memiliki kemampuan, dan modal dalam pembelian, dan pengelolaan gas bagian negara yang disetujui oleh Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP Migas). “PDPDE Gas ini, hanya modus. Di situlah terjadi dugaan tindak pidana (korupsinya). Karena PDPDE Sumsel, yang seharusnya bisa (mengelola gas bumi), tetapi setuju dengan swasta membuat PDPDE Gas,” terang Supardi.

kongsi bisnis tersebut, dikatakan Supardi, juga sepihak menempatkan Muddai Madang dan Caca Saleh sebagai komisaris PDPDE Sumsel, dan di PDPDE Gas, serta Yaniarsyah sebagai direktur di PDPDE Gas. Terhadap empat tersangka tersebut, sementara ini dijerat dengan sangkaan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU 31/1999-20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dan Pasal 3 UU Tipikor.

Terkait tersangka Alex Noerdin, anggota Komisi VII DPR RI itu menyandang status tersangka lain dalam kasus korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di Palembang. Pada kasus yang merugikan negara Rp 180 miliar itu, Muddai Maddang juga tersangka, selaku bendahara umum yayasan pembangunan masjid. Kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya itu, saat ini sudah ada persidangan di PN Tipor Palembang, mengadili enam awalan.



Leave A Reply

Your email address will not be published.