Jakarta: Tidak ada kasus COVID-19 yang terdeteksi di 610 sekolah yang dibuka kembali

0


Kami belum mendaftarkan satu pun kasus positif COVID-19 di sekolah yang dibuka kembali

Jakarta (ANTARA) – Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak ada kasus positif COVID-19 di 610 sekolah yang kembali membuka kelas tatap muka sejak Agustus tahun ini.

“Kami belum mencatat satu pun kasus positif COVID-19 di sekolah-sekolah yang dibuka kembali,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana di Jakarta, Jumat.

Namun, dinas pendidikan telah menyusun prosedur penanganan untuk mengurangi kemungkinan kasus positif COVID-19 di sekolah yang dibuka kembali, tambahnya.

Di bawah prosedur darurat, setiap sekolah yang melaporkan kasus COVID-19 yang dikonfirmasi harus ditutup selama tiga hari, kata Nahdiana.

Periode tiga hari akan digunakan untuk melakukan tes COVID-19 terhadap siswa dan mendisinfeksi sekolah secara menyeluruh, jelasnya.

Dinas Pendidikan juga telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melakukan tes antigen COVID-19 secara berkala di sekolah-sekolah yang dibuka kembali untuk memastikan keselamatan siswa dan guru, katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, membantah kabar yang beredar belakangan ini terkait kasus positif di sekolah yang dibuka kembali.

“Kita perlu berhati-hati dalam memberi label pada suatu wilayah sebagai ‘cluster COVID-19’. Setidaknya ada dua kasus terkonfirmasi yang harus dicatat di suatu wilayah sebelum penetapan ‘cluster’ dapat diterapkan,” kata Oktavia.

Beberapa kasus COVID-19 yang sebelumnya tercatat di sekolah merupakan kasus terisolasi dan bukan kasus klaster, tegasnya.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah memeriksa data otoritas pusat mengenai klaster infeksi COVID-19 yang tercatat di Provinsi DKI Jakarta, ujarnya. Data tersebut hanya mencatat kasus positif di sekolah periode Januari hingga September 2021, sebelum sekolah dibuka kembali, jelasnya.

Dari 25 sekolah di Jakarta yang tercatat klaster COVID-19, hanya dua dari 610 sekolah yang dibuka kembali pada tahap pertama pembukaan kembali sekolah, yang dimulai pada 30 Agustus 2021, kata Oktavia. Sekolah tersebut adalah SMP Cindera Mata Indah dan SMA Yadika 2, yang keduanya berada di Jakarta Barat, ungkapnya.

Berita Terkait: VP menyoroti antusiasme siswa Jakarta untuk kelas offline
Berita Terkait: Siswa SD Negeri Grogol mulai belajar tatap muka
Berita Terkait: Sekolah harus menghentikan pembelajaran offline jika kasus COVID terdeteksi: Adisasmito

Leave A Reply

Your email address will not be published.