Israel Rancang Permukiman Yahudi Besar-besaran di Atarot

0


Kota Israel itu akan berada di dekat tiga komunitas Palestina berpenduduk padat.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Israel bergerak maju dengan rencana untuk membangun pemukiman Yahudi besar-besaran di lokasi bandara yang telah lama ditinggalkan. Pemukiman Atarot akan mencakup 9.000 unit rumah yang dipasarkan kepada ultra-Ortodoks orang-orang Yahudi.

Menurut Hagit Ofran dari kelompok pemantau anti-pemukiman Israel Peace Now, tempat ini akan menjadi kota kecil berpenduduk sekitar 50 ribu orang di sebelah tiga komunitas Palestina yang berpenduduk padat. Salah satu lingkungan Palestina, Kufr Aqab, berada di dalam batas kota Yerusalem tetapi di sisi lain menjadi penghalang pemisahan Israel.

Pemukiman itu akan berada tepat di sebelah Qalandiya, pos pemeriksaan militer utama antara Yerusalem dan kota Ramallah di Tepi Barat yang menyaksikan. Tempat ini akan dibangun di atas landasan pacu bandara di seabad dengan sejarah bertingkat, saat ini ditinggalkan dan ditumbuhi rumput pembohong, dengan burung gagak bersarang di menara pengawas.

“Kami di jantung daerah perkotaan Palestina. Jika Israel membangun sebuah pemukiman di sini, kami berada dan menahan kemungkinan negara Palestina merdeka dan perjanjian dua,” kata Ofran.

Ofran mengakui setidaknya empat tahun sebelum konstruksi dimulai. Dia mengatakan proses perencanaan sedang berjalan dengan baik. Sebuah komite kota memberikan suara untuk mendukung proyek tersebut pada Rabu (24/11) dan komite distrik diharapkan untuk menyetujuinya pada 6 Desember. “Begitu mereka mendukungnya, itu seperti bola salju,” kata Ofran.

Seorang pejabat pemerintah Israel mengatakan proyek tersebut masih dalam tahap awal perencanaan. akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum disetujui oleh pemerintah. Pejabat itu berbicara dengan syarat anonim karena rencana tersebut masih dibahas di tingkat kotamadya.

“Yerusalem adalah ibu kota negara Israel yang hidup, bernafas, dan berkembang. Proyek perumahan akan menyediakan unit rumah yang sangat dibutuhkan,” kata Wakil Walikota Fleur Hassan-Nahoum.



Leave A Reply

Your email address will not be published.