Internasional Didesak Bantu Akhiri Pendudukan Israel

0


Presiden Palestina kembali internasional bantu akhiri pendudukan Israel

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan situasi di negaranya terus terhentikan akibat pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Israel. Dia kembali mendesak masyarakat internasional untuk bergerak cepat aktif pendudukan Israel atas Palestina.

“Israel harus mencakup semua tindakannya terhadap rakyat di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza,” kata Abbas pada Ahad (17/10) dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA.

Abbas menegaskan jika Israel menolak solusi dua negara, Palestina harus memilih pilihan politik lainnya. Sebelumnya Abbas pernah mengungkapkan salah satu pilihannya adalah menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada 1947.

Pilihan lainnya adalah negara demokratis di tanah Palestina bersejarah, di mana hak-hak politik dan sipil warga Palestina diperoleh. Sebelumnya Perdana Menteri Israel Naftali Bennett telah mengatakan dia menolak pembentukan negara Palestina. “Saya negara negara Palestina. Saya pikir itu akan menjadi kesalahan,” kata Bennett kepada lembaga siaran publik Israel, Kan, pada 14 September.

Bennett pun menegaskan kembali bertemu dengan Mahmoud Abbas. Ia mengaku masih belum bisa menerima langkah Palestina menggugat pasukan negaranya ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

“Saya tidak melihat alasan logis dalam bertemu seseorang yang menggugat IDF (Israeli Defence Forces) di Den Haag dan menuduh mereka melakukan kejahatan perang, dan pada saat yang sama membayar gaji kepada teroris. Saya tidak melihat logika dalam bertemu dengannya (Abbas),” ujar Bennett.

Kata “teroris” dalam pernyataan Bennett merujuk pada kelompok Hamas yang mengontrol Jalur Gaza. Bennett mengatakan motto kelompok Hamas adalah memerangi negaranya sampai akhir. Dia berkomitmen menghadapi setiap ancaman dari kelompok tersebut.



Leave A Reply

Your email address will not be published.