Industri keuangan berbasis Islam untuk mendorong ekonomi berkelanjutan: VP

0


Keuangan syariah merupakan salah satu industri yang berkembang pesat, dimana salah satu pilarnya adalah kepercayaan dan kerjasama

Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong industri keuangan berbasis syariah untuk mendorong ekonomi yang berkelanjutan, dengan pesatnya pertumbuhan sektor keuangan global.

“Keuangan syariah merupakan salah satu industri yang tumbuh paling cepat, dimana salah satu pilarnya adalah kepercayaan dan kerjasama,” kata Amin pada Konferensi Internasional tentang Hukum dan Keadilan (ICLJ) ke-5 bertema “Syariah, Hukum dan Keberlanjutan dalam New Normal” yang disiarkan di Rabu.

Berita Terkait: Rantai nilai halal Indonesia terus berkembang: VP

Amin memandang amanah dan kerjasama sebagai landasan etika yang selama ini menjadi prinsip dasar hubungan antarmanusia berdasarkan nilai-nilai Islam.

Istilah keberlanjutan mengacu pada model bisnis, pengelolaan lingkungan, dan ketahanan negara yang memerlukan upaya berkelanjutan.

Keberlanjutan juga terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai upaya pengentasan kemiskinan global, membangun kehidupan yang bermartabat untuk semua, mendorong kemitraan, memberdayakan masyarakat, dan menjamin perdamaian, kata Amin.

Berita Terkait: Pariwisata halal menunjukkan tren yang meningkat: Wakil Presiden Ma’ruf Amin

Berkaitan dengan pembangunan ekonomi, konsep SDGs telah menggabungkan tiga fundamental people, planet, dan profit (3P) dalam aspek sosial, lingkungan, dan keuangan di semua sektor bisnis.

“Nilai-nilai dalam triple fundamental ini sebenarnya sesuai dengan syariat Islam,” tambahnya.

Amin optimistis seluruh pelaku industri syariah khususnya di sektor keuangan akan mendorong penerapan nilai-nilai sehingga dapat berperan lebih besar di industri global.

Berita Terkait: Indonesia akan mulai produksi mobil listrik pada 2023-2024: Presiden

Berita Terkait: IIF Anugerahkan Penghargaan kepada Menteri Keuangan RI Sri Mulyani

Leave A Reply

Your email address will not be published.