Indonesia luncurkan program magang di destinasi pariwisata

0


Program tersebut merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan.

Minahasa Utara, Sulawesi Utara (ANTARA) – Kementerian Ketenagakerjaan RI secara masif akan mengembangkan sumber daya manusia terampil di lima destinasi wisata superprioritas yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara).

“Program pemagangan yang dilaksanakan di lima destinasi wisata super prioritas ini menandai dimulainya pembangunan besar-besaran sumber daya manusia yang terampil di bidang pariwisata,” kata Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan sekaligus menjawab berbagai tantangan terkait bonus demografi Indonesia yang diprediksi akan dialami pada 2030-2040, tambahnya.

Tantangannya antara lain era digitalisasi, dampak pandemi COVID-19 terhadap sektor ketenagakerjaan, dan rendahnya kualitas SDM Indonesia, ujarnya.

Oleh karena itu, untuk memanfaatkan potensi dan kesempatan kerja serta menjawab tantangan yang ada, kementerian meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia melalui kebijakan triple skilling yaitu skilling, upskilling, dan reskilling, papar Fauziyah.

Selanjutnya, lulusan SMK, diploma, dan perguruan tinggi yang masih perlu mengembangkan kompetensi dan pengalaman kerja dapat mengikuti program pemagangan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan industri, ujarnya.

“Program tersebut merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan khususnya dalam menyiapkan tenaga terampil dengan kompetensi yang tepat sesuai dengan pasar tenaga kerja,” tambahnya.

Berita Terkait: Pemerintah kurangi beban sosial ekonomi COVID-19 pada pekerja pariwisata

Selama program berlangsung, para peserta akan mendapatkan pengalaman kerja yang nyata, yang akan membangun sikap, perilaku kerja, dan kompetensi mereka, sesuai dengan permintaan pasar kerja, kata menteri.

Kementerian melalui Dirjen Diklat vokasi dan produktivitas telah mengalokasikan anggaran program pemagangan dalam negeri melalui dana dekonsentrasi setiap tahun, tambahnya.

Pada 2021 ditargetkan 7.800 peserta magang akan disalurkan ke 34 provinsi di seluruh Indonesia, ujarnya.

Khusus untuk mendukung lima destinasi wisata superprioritas, akan ada tambahan 470 peserta magang — 110 di antaranya dari Sulut, tambahnya.

Berita Terkait: Kemenpar siapkan bantuan kesehatan, tenaga pariwisata

Leave A Reply

Your email address will not be published.