Indonesia berikan vaksin kepada hampir 2.000 pengungsi asing

0


Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia telah memberikan dosis vaksin COVID-19 kepada hampir dua ribu pengungsi asing dalam upaya mencapai kekebalan kelompok, kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri.

“Menurut data kami, sebanyak 1.373 pengungsi telah divaksinasi pada tahap pertama dan 587 dari 600 pengungsi juga telah menerima vaksin pada tahap kedua di Jakarta,” kata direktur HAM dan keamanan kementerian, Achsanul Habib.

Pengungsi tersebut sebagian besar berdomisili di Jakarta, Kupang, Tanjung Pinang, Aceh Timur, Medan, dan Tangerang, katanya pada media gathering virtual ‘Prioritas, Rencana Kegiatan, dan Pencapaian Diplomasi Multilateral Indonesia 2020’ di Jakarta, Selasa.

Mereka diikutsertakan dalam program vaksinasi untuk meningkatkan herd immunity karena hidup berdampingan dengan penduduk tetap, sehingga herd immunity bisa tercapai, ungkapnya.

Namun, dia mengatakan salah satu kendala yang dihadapi dalam memvaksinasi pengungsi adalah mereka tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) seperti orang asing yang sah, katanya.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa pemerintah merasa perlu berkoordinasi dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) untuk menangani masalah tersebut.

“Dari segi teknis, pertama, mereka dikategorikan sebagai orang asing ilegal. Jadi, perlu konfirmasi ke badan yang mirip dengan UNHCR karena vaksinasinya berdasarkan NIK,” ujarnya.

Berita Terkait: Gubernur DKI Puji Kolaborasi Pencari Suaka Vaksinasi

NIK ada 16 digit, sedangkan nomor identifikasi pengungsi hanya lima digit, katanya.

Sehingga tidak bisa digunakan untuk login ke sistem yang terintegrasi, seperti aplikasi PeduliLindungi (untuk merawat dan melindungi), tambahnya.

“Kemudian, kita diskusikan untuk menjumlahkan nol dilanjutkan dengan lima digit hingga menjadi 16 digit,” ujarnya.

Habib menambahkan, program vaksinasi bagi pengungsi sebaiknya tidak menggunakan anggaran negara (APBN) karena alokasinya terutama untuk warga negara Indonesia.

“Para pengungsi tidak dikategorikan. Kami menyelesaikan solusinya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan vaksin Gotong Royong untuk mereka. Pilot project 7-8 Oktober 2021. Yang kedua akhir bulan ini,” jelasnya.

Hingga 3 Oktober 2021, Indonesia telah menerima 39 juta dosis vaksin tambahan, sehingga total dosis yang diterima sejauh ini menjadi 267 juta, kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemenlu Febrian A Ruddyard.

“Saat ini pemerintah sedang memperbaiki infrastruktur untuk pusat vaksin yang akan diumumkan oleh WHO pada tahun 2022,” katanya.

Berita Terkait: 300 WNA terima dosis pertama COVID-19 di Balai Kota Jakarta

Leave A Reply

Your email address will not be published.