Indonesia berhasil mempercepat transformasi digital: menteri

0


Jakarta (ANTARA) – Indonesia cukup berhasil mempercepat transformasi digital dan mengantarkan teknologi digital ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk di bidang keuangan, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pandemi merupakan momen yang tepat untuk mengadopsi inovasi digital untuk mendorong pemulihan, ujarnya pada Hari Virtual Inovasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2021, yang diadakan secara online, Senin.

“Ini (pandemi) menjadi peluang untuk mempercepat transformasi digital di sektor keuangan sehingga memberikan kontribusi positif bagi pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Keberhasilan Indonesia dalam mempercepat transformasi digital dapat dilihat dari pertumbuhan positif sektor informatika dan komunikasi, ujarnya.

Menurut Hartarto, pertumbuhan positif di sektor informatika dan komunikasi dipicu oleh perubahan perilaku masyarakat yang cenderung lebih memanfaatkan teknologi di masa pandemi.

Pergeseran ini berdampak pada perekonomian nasional sehingga pertumbuhan pada triwulan II 2021 mencapai 7,07 persen (yoy), ujarnya.

Berita Terkait: Literasi digital, budaya lokal penting di tengah transformasi digital

Apalagi, Indonesia memiliki keunggulan demografis yang mendukung ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan: prevalensi generasi Z dan milenial (warga berusia 8 hingga 39 tahun), tambahnya.

Demografi ini memiliki tingkat adopsi digital yang tinggi dengan banyak memanfaatkan teknologi digital seperti media sosial, jelas Hartarto.

Apalagi, sekitar 37 persen konsumen digital baru muncul di masa pandemi COVID-19 dan 93 persen di antaranya akan tetap menggunakan produk ekonomi digital pascapandemi, ujarnya.

Selain itu, akselerasi ini juga terlihat dari 41,9 persen transaksi ekonomi digital ASEAN berasal dari Indonesia, ujarnya seraya menambahkan, transaksi digital di Indonesia kini mencapai Rp44 miliar karena kontribusi dari e-commerce dan sektor lainnya.

“Termasuk sektor ed-tech dan health-tech sebagai hasil dari pembelajaran dan konsultasi kesehatan online,” jelasnya.

Fintech lending juga mengalami perkembangan pesat dengan outstanding pinjaman meningkat menjadi Rp26,09 triliun dan pinjaman baru mencapai Rp101,47 triliun pada Agustus 2021, kata menteri.

Berita Terkait: Indonesia berupaya mengoptimalkan produktivitas ekonomi digital

Leave A Reply

Your email address will not be published.