IFF Rp120 Triliun Berpotensi Ancam Pemerintah: Mantan Kepala BNN

0


Jakarta (ANTARA) – Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar menilai aliran dana gelap (IFF) senilai Rp120 triliun dari peredaran narkoba berpotensi menjadi ancaman serius bagi pemerintah.

Karena itu, Iskandar mendukung Polri dan BNN untuk mengusut tuntas temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap IFF untuk mengungkap kasus tersebut.

“Penting untuk menindaklanjuti temuan PPATK melalui penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap asal-usul IFF,” kata Iskandar dalam sebuah pernyataan yang dikutip ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Iskandar menilai, jumlah IFF itu sudah melebihi anggaran Pemprov DKI, sehingga bisa mengancam pemerintah jika digunakan untuk kegiatan yang melanggar hukum.

Omset perdagangan obat-obatan terlarang bisa sangat besar dan juga melebihi jumlah IFF yang dilaporkan PPATK, katanya, seraya menambahkan bahwa Polri harus melacak kejahatan pencucian uang yang terkait dengan IFF.

“Oleh karena itu, diperlukan penyelidikan yang mendalam untuk mengungkap pihak-pihak yang diuntungkan dari TPPU terkait temuan PPATK melalui mekanisme pembalikan beban pembuktian di ruang sidang,” ujarnya.

Jika tersangka pelaku gagal meyakinkan, melalui pembalikan beban pembuktian, bahwa aset mereka sah, maka mereka dapat disita sebagai bagian dari penegakan hukum negara dan tindakan pencegahan narkoba, jelasnya.

Temuan IFF hasil peredaran narkoba itu sebelumnya diungkapkan Kepala PPATK Dian Ediana Rae seperti dimuat di kanal YouTube resmi PPATK pada 6 Oktober 2021.

Menurut Rae, aliran dana gelap senilai Rp120 triliun itu diduga berasal dari operasi peredaran narkoba antara tahun 2016 hingga 2020.

PPATK mencatat ada 1.339 individu dan korporasi yang terlibat dalam peredaran uang haram tersebut, menurut Rae.

Indonesia tetap berada di bawah ancaman besar dari pengedar narkoba, dengan banyak penduduk usia kerja yang terjebak dalam lingkaran setan narkoba.

Sebuah laporan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengungkapkan bahwa sekitar 50 kematian terkait penggunaan narkoba terjadi setiap hari di Indonesia.

Namun, kematian tersebut tidak membuat jera pengguna narkoba lainnya karena perdagangan narkoba di dalam negeri bernilai hampir Rp66 triliun.

Berita Terkait: Polisi Tindaklanjuti Temuan PPATK IFF Rp120 Triliun
Berita Terkait: Sekitar 122 kg sabu yang disita selama operasi maritim: BNN
Berita Terkait: Kementerian Kelautan, BNN bekerja sama cegah peredaran narkoba

Leave A Reply

Your email address will not be published.