IDI membantu petugas kesehatan yang selamat dari serangan teroris Kiwirok

0


Jakarta (ANTARA) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI)-Papua chapter membantu tenaga kesehatan yang baru saja selamat dari serangan teroris di Kecamatan Kiwirok untuk pulih dari luka fisik dan psikis.

Keselamatan seluruh tenaga medis yang berada di garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di Papua harus menjadi prioritas negara, kata Ketua IDI-Papua Chapter Donald Aronggear dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

“Serangan di Puskesmas Kiwirok tidak hanya membuat tenaga kesehatan menjadi korban, tetapi juga mengganggu hak warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.

Pada pagi hari 13 September 2021, beberapa anggota kelompok teroris separatis Lamek Tablo dilaporkan telah membakar beberapa fasilitas umum, termasuk pusat kesehatan masyarakat, dan rumah di Kiwirok.

Teroris separatis juga terlibat baku tembak dengan personel keamanan Indonesia di mana seorang personel TNI mengalami luka ringan di lengan kanannya setelah peluru memantul dan mengenainya.

Personil tentara yang terluka telah diidentifikasi sebagai Prajurit 1 Ansar dari Batalyon Infanteri 403/WP.

Teroris Papua juga dilaporkan menyerang dan menyiksa beberapa petugas kesehatan dari Puskesmas Kiwirok. Akibatnya, seorang petugas kesehatan meninggal dunia sementara empat lainnya mengalami luka serius.

Petugas kesehatan yang jatuh diidentifikasi sebagai Gabriela Meilan. Dia meninggal setelah disiksa oleh teroris, kata para pejabat.

Menurut Donald Aronggear, chapter IDI-Papua memang sangat menyadari risiko COVID-19 dan gangguan keamanan yang mengancam jiwa anggotanya, tetapi mereka sangat berkomitmen pada pekerjaan profesional mereka.

Untuk itu, ia kembali menegaskan seruannya kepada negara untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh tenaga medis di Papua agar mereka merasa aman dan nyaman dalam melayani mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Ia juga mengapresiasi TNI dan Polri yang telah membantu evakuasi jenazah Meilan, dan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang prajurit yang terlibat dalam misi evakuasi.

Sementara itu, Kapolres Papua Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri menegaskan tambahan personel Satgas Nemangkawi yang dikirim ke Kecamatan Kiwirok, akan terus melakukan penumpasan terhadap teroris bersenjata Papua.

Personel satuan tugas yang tiba di Kiwirok akan menyelidiki serangan baru-baru ini oleh anggota kelompok teroris separatis Lamek Tablo terhadap warga sipil tak berdosa, termasuk petugas kesehatan, kata Fakhiri.

Penguatan tersebut bertujuan untuk memulihkan perdamaian dan keamanan di Kiwirok. Oleh karena itu, personel Satgas Nemangkawi akan ditempatkan di sana sampai keamanan dan ketertiban, dan perdamaian di Kiwirok, sekitar 230 kilometer dari kota Jayapura, bisa dipulihkan, katanya.

Berita Terkait: Satgas Nemangkawi terus menindak teroris di Kiwirok
Berita Terkait: Serangan Kiwirok: Petugas kesehatan yang hilang ditemukan, diantar ke Sentani
Berita Terkait: 17 warga sipil dievakuasi dari Kiwirok Papua: polisi

Leave A Reply

Your email address will not be published.