Holding pariwisata yang dikelola negara untuk fokus pada pariwisata domestik: resmi

0


Kami akan berusaha untuk memulihkan sektor ini – setidaknya untuk memberikan lompatan awal, yang dapat mengangkat pariwisata Indonesia ke kondisi sebelumnya sebelum pandemi.

Jakarta (ANTARA) – Holding BUMN pariwisata dan penerbangan InJourney akan fokus mengembangkan potensi pariwisata domestik mengingat perjalanan internasional masih terbatas, kata direktur pemasaran holding, Maya Watono.

“Saya kira akan sulit untuk mendongkrak wisatawan asing sepenuhnya dalam situasi pandemi ini,” katanya dalam konferensi pers virtual, Jumat.

Lebih dari 80 persen pengunjung di destinasi pariwisata Indonesia adalah wisatawan domestik, sedangkan sisanya adalah wisatawan internasional, tambahnya.

Oleh karena itu, perusahaan akan fokus menggaet 330 juta kunjungan wisatawan domestik, ujarnya. Sedangkan jumlah wisman yang ditargetkan hanya 17 juta, tambahnya.

Untuk mencapai target pariwisata domestik, holding juga akan mensinergikan penerbangan antardomestik sehingga bisa terkoneksi lebih baik, kata Watono.

Lebih lanjut, pengembangan potensi pariwisata dalam negeri menjadi salah satu strategi untuk menghidupkan kembali sektor yang sempat terpukul keras akibat pandemi, kata Watono.

Pemulihan pariwisata dalam negeri menghadapi tantangan besar, terutama terkait konektivitas dan logistik antara lima destinasi super prioritas (DPSP), ujarnya.

Berita Terkait: Anak Muda Harus Bereksplorasi, Pamerkan Keunikan Daerahnya: Menteri Uno

DPSP tersebut terdiri dari Danau Toba (Sumatera Utara), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Manado-Likupang (Sulawesi Utara).

“Kami akan berusaha untuk memulihkan sektor ini, setidaknya untuk memberikan lompatan awal yang dapat mengangkat pariwisata Indonesia ke kondisi sebelumnya sebelum pandemi,” kata Watono.

Infrastruktur dan kelayakan di sejumlah destinasi, Labuan Bajo misalnya, masih perlu ditingkatkan untuk menarik lebih banyak wisatawan domestik, katanya.

“Labuan Bajo harus dikembangkan lebih jauh karena belum ada tempat hiburan khusus. Kalau melihat Bali, penuh dengan tempat hiburan, kan? Namun, di Labuan Bajo, situs serupa kurang banyak,” tambahnya.

Holding pariwisata yang juga dikenal dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) itu diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo di Pantai Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada 13 Januari 2022.

Berita Terkait: Menyusuri jalur sejarah di Cikini

Leave A Reply

Your email address will not be published.