Hamas Sambut Pembatalan Status Pengamat Israel di Uni Afrika

0


Uni Afrika membatalkan status pengamat Israel di perhimpunan negara Afrika tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Kelompok Hamas terima keputusan Uni Afrika menunda keputusan terkait pemberian status pengamat pada Israel di organisasi tersebut. Menurur Hamas, langkah Uni Afrika tersebut sudah tepat.

“Keputusan Dewan Ekselutif Uni Afrika menunda keputusan akhir untuk memberikan status pengamat negara adalah langkah ke arah yang benar,” kata pemimpin Hamas Basem Naim dalam pernyataan pada Ahad (17/10), dikutip laman Agen Anadolu.

Pada Jumat (15/10) lalu, Menteri Luar Negeri Aljazair Ramtane Lamamra mengatakan Dewan Ekselutif Uni Afrika menunda keputusan pemberian pengamat status Israel di badan tersebut hingha KTT Uni Afrika pada Februari 2022. Pada Juli lalu, Kepala Komisi Uni Afrika Mousa Faki Mahamat memutuskan memberi status pengamat pada Israel.

Langkah tersebut segera memicu di seluruh benua Afrika. Bulan lalu, sekelompok pengacara, peneliti, dan aktivis internasional mengajukan keluhan kepada Komisi Afrika untuk Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka menuntut status pengamat Israel di perhimpunan negara-negara Afrika dicabut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel mengintensifkan upaya untuk mengungkapkan hubungan dengan negara-negara Afrika. sebagian besar negara di benua tersebut tidak membuka hubungan dengan Israel. Selain karena adanya konflik militer dengan tetangganya, hal itu juga dipengaruhi oleh pendudukan Israel atas wilayah Palestina.



Leave A Reply

Your email address will not be published.