Hakim Turki Dimutasi Setelah Menentang Tansfer Kasus Khashoggi ke Saudi

0


Hakim Turki yang menjadi kasus pembunuhan Khashoggi ke Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL — Seorang hakim Turki yang merupakan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi ke Arab Saudi telah dimutasi. Hal ini ada menandakan campur tangan pemerintah dalam peradilan di negara itu.

Dewan Hakim dan Jaksa Turki mengumumkan mutasi terhadap 5.426 hakim ke situs peradilan lain di negara itu. Di antara hakim yang dimutas adalah Hakim Ketua Nimet Demir dari Pengadilan Tinggi ke-12 Istanbul ke kota selatan Kahramanmaras.

Langkah itu dilakukan setelah Demir pemindahan kasus Khashoggi ke otoritas Saudi dua bulan lalu. Turki mengambil keputusan mentransfer kasus pembunuhan Khashoggi ke Saudi, sebagai langkah untuk memperbaiki hubungan kedua negara yang mengalami politik dan keputusan. Sebelumnya Turki telah menjadi pendukung utama untuk menuntut terjadi dan menuntut para pelaku pembunuhan Khashoggi, yang pada Oktober 2018 di Kedutaan Besar Saudi di Istanbul.

Demir mandiri dalam pemotretan kasus Khashoggi ke Saudi. Dia kalah suara oleh dua hakim lainnya yang mendukung transfer kasus tersebut. Setelah sikap itu, Dewan memutuskan untuk memindahkan Demir ke selatan Turki, yang biasanya menjadi tempat para junior. Demi keyakinan, keputusan untuk mentransfer kasus Khashoggi ke Saudi adalah keputusan politik.

“Saya tidak meminta dimutasi, saya diberitahu sebelumnya bahwa saya akan dipindahkan ke tempat lain. Saya berusaha untuk demokrasi, hak asasi manusia dan kebebasan. Ini adalah sesuatu yang akan menjadi perhatian khusus di bawah sistem otokratis. Dan saya adalah korbannya,” kata Demir , dilansir Pemantau Timur Tengah, Kamis (23/6/2022).

Demir akan mengajukan petisi kepada Kementerian Kehakiman untuk pensiun. Dia menyatakan niatnya untuk tidak lagi berpartisipasi dalam sistem peradilan Turki.

Mutasi Demir saat Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) mengunjungi Turki untuk pertama kalinya setelah terjadi pembunuhan Khashoggi.

Pertemuan MBS dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan diharapkan dapat memperdalam peningkatan hubungan antara Ankara dan Riyadh.



Leave A Reply

Your email address will not be published.