Gubernur Yogyakarta tekankan tetap patuhi protokol kesehatan

0


Yogyakarta (ANTARA) – Gubernur DIY Hamengku Buwono X mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan meski status pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diturunkan, dari level 3 menjadi level 2.

“Tetap jaga protokol kesehatan, karena kondisinya masih (tidak menentu),” katanya di Yogyakarta, Selasa.

Gubernur mengingatkan masyarakat untuk tidak bepergian, dan jika tidak darurat, maka masyarakat idealnya tinggal di rumah.

“Kalau tidak ada (persyaratan mendesak), ya jangan pergi,” tegasnya.

Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 terhadap COVID-19 di Wilayah Jawa-Bali mengatur bahwa mulai saat ini pembatasan level 2 diberlakukan di Yogyakarta.

Instruksi menteri yang mengatur PPKM Tingkat 2 di Yogyakarta itu berlaku mulai 19 Oktober hingga 1 November 2021.

Kebijakan tersebut mencakup seluruh wilayah di Yogyakarta, mulai dari Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Sleman, hingga Kota Yogyakarta.

Sebagai tindak lanjut, gubernur juga menerbitkan Instruksi Gubernur DIY Nomor 31/INSTR/2021 tentang PPKM Penyakit Virus Corona Tingkat 2 di Yogyakarta yang ditandatangani pada Selasa, 19 Oktober.

Dengan tingkat yang dikurangi, anak-anak di bawah usia 12 tahun dapat pergi ke mal, pusat perbelanjaan, dan pusat hiburan.

Berita Terkait: Bantul siapkan desa wisata sejalan PPKM

Selain itu, kebijakan yang mengizinkan kapasitas maksimal 50 persen, diberlakukan bagi satuan pendidikan yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Apalagi jarak minimal 1,5 meter harus dijaga selama proses pembelajaran.

Kebijakan pembatasan kapasitas 50 persen tidak dikenakan pada sekolah untuk anak berkebutuhan khusus di semua tingkatan. Mereka diizinkan untuk memenuhi maksimum 62 hingga 100 persen dari kapasitas mereka sambil tetap menjaga jarak minimum 1,5 meter.

Untuk PAUD, daya tampung maksimal 33 persen, dan jarak operasional minimal 1,5 meter diperlukan.

Sedangkan untuk kegiatan sektor non-esensial, 25 persen kapasitas untuk bekerja dari kantor dikenakan untuk karyawan yang divaksinasi. Mereka wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk dan keluar tempat kerja.

Berita Terkait: Sleman mulai buka mall selama pembatasan level 4

Leave A Reply

Your email address will not be published.