Gubernur Jawa Timur Dorong Vaksinasi Lansia

0


Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta percepatan vaksinasi lansia mengingat masih sedikitnya kabupaten yang sudah menyelesaikan vaksinasi untuk kelompok tersebut.

“Masih sedikit lansia yang sudah divaksinasi. Oleh karena itu (vaksinasi) harus digalakkan dan didorong,” ujarnya saat berkunjung ke SMP Al Falah di Sidoarjo, Sabtu.

Ikatan alumni Universitas Airlangga menjadi tuan rumah vaksinasi di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, dan Mojokerto, sehingga dapat memenuhi kriteria Kementerian Dalam Negeri untuk pembatasan aktivitas masyarakat Level 1, kata Parawansa.

Dia mengatakan, pencapaian herd immunity akan bergantung pada kontribusi berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong tingkat vaksinasi.

“Kami juga berterima kasih kepada SMP Al Falah yang telah menyediakan tempat sebagai lokasi vaksinasi. Karena vaksinasi tidak hanya untuk siswa tetapi juga untuk warga sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, saat ini pihaknya sedang berupaya memvaksinasi 70 persen dari 1,6 juta penduduk yang ditargetkan.

Berita Terkait: Pengetahuan yang terbatas tentang penyakit penyerta menghambat vaksinasi di kalangan lansia

Ia mengungkapkan, 66 persen warga lanjut usia di kabupaten itu sudah mendapat dosis vaksin pertama, sedangkan 32 persen sudah mendapat dosis kedua.

Penyelenggara vaksinasi Ikatan Alumni Universitas Airlangga, Dwi Wahyu Indrawati mengatakan, pihaknya memberikan sekitar 2.500 dosis vaksin di setiap acara.

“Kami telah mengadakan sekitar delapan (program vaksinasi), baik untuk dosis pertama dan kedua, dengan 2.500 dosis (diberikan) setiap kali,” menginformasikannya.

Upaya vaksinasi ini sejalan dengan fokus pemerintah pusat dalam membangun herd immunity, katanya.

Sebelumnya, pemerintah pusat menargetkan bisa menyuntik 70 persen populasi hingga akhir tahun. Namun, sejak akhir September, pihaknya telah menetapkan target baru: sekarang bertujuan untuk memvaksinasi 80 persen dari total populasi untuk mencapai kekebalan kelompok.

Berita Terkait: Orang lanjut usia dengan penyakit penyerta dapat divaksinasi: Kementerian Kesehatan

Leave A Reply

Your email address will not be published.