Gluten Free Apple Crisp, Yuk Olah Buah Buruk Rupa untuk Mengurangi Food Loss dan Food Waste

0


Oleh


Pada 22 September 2021

0

Pernah dengar istilah food waste atau food loss ? belakangan ini banyak kampanye yang mengajak kita untuk mengurangi yang namanya food waste. Tapi sebelumnya kita cari tau dulu yuk sedikit tentang apa sih gerakan #reducefoodwaste atau #nofoodwaste ini.

Merujuk pada Unit Intelijen ekonom, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah makanan terbesar di dunia. Sampah makanan atau food waste ini terdiri dari dua jenis yaitu food waste dan food loss. Keduanya sama-sama menyebabkan efek signifikan bagi kehidupan terlebih lagi jika dibandingkan dengan jumlah orang yang masih mengalami kekurangan gizi dan, rasanya sangat miris di dengar.

Kehilangan makanan merupakan sampah makanan yang berasal dari bahan pangan mentah seperti buah-buahan dan sayuran yang kehilangan nilai jual, lalu berakhir begitu saja. Banyak hal yang menyebabkan food loss salah satunya adalah penanganan distribusi yang salah sehingga bahan yang dibutuhkan lama untuk pengiriman dan rusak begitu sampai di tangan konsumen. Umumnya kita akan memilih membeli bahan-bahan yang tampak segar ketika berbelanja sayur dan buah, jarang kita tertarik dan tidak tertarik untuk membeli buah dengan tampilan yang agak lay, berubah warna atau ada sedikit cacat dan bentuk yang tidak sempurna padahal sejatinya bahan-bahan tersebut masih bisa diolah dan memiliki nilai gizi yang tak jauh berbeda. Pada akhirnya bahan pangan ini tak laku dan berakhir di pembuangan sampah.

lalu ada Sampah makanan yang merujuk pada limbah makanan dari makanan siap santap yang berakhir begitu saja di tempat sampah. Beberapa hal yang memicu terjadinya food waste antara lain:

  • Tidak makanan terakhir
  • Makan tidak sesuai porsi makanan
  • Membeli atau memasak makanan yang tidak disukai
  • Gaya hidup dan budaya rasa sungkan atau gengsi bila waktu makanan di depan orang banyak

Apakah kalian kalau Sampah makanan dan Kehilangan Makanan ini memiliki dampak berbahaya bagi bumi dan isinya ? mengutip dari sebuah artikel yang ditayangkan CIMSA UNIVERSITAS INDONESIA, tanpa kita sadari menyadari makanan ini bisa berakhir menjadi malapetaka jika terus-terusan dibiarkan dan kita tidak belajar untuk ikut berpartisipasi mengurangi jumlah. Berikut ini adalah beberapa dampak limbah makanan terhadap lingkungan:

  • Sampah makanan menghasilkan gas metana, ketika limbah makanan menumpuk dalam waktu lama dan memulai proses pembusukan maka gas metana akan membawa ke udara. Gas metana ini merupakan salah satu gas rumah kaca yang turut berdampak pada pemanasan global.
  • Ancaman ledakan, saat tumpukan sampah bercampur dengan gas metana maka suatu saat bisa memicu ledakan yang berakibat pada longsoran yang membahayakan jiwa.
  • Terjadinya air lindi. Ketika sampah menumpuk dalam jumlah banyak, air hujan akan masuk ke dalamnya dan menghasilkan udara yang dihasilkan karena mengandung unsur logam berat, seperti timbal, besi, dan tembaga. jika tidak diolah dengan baik, air lindi akan meresap ke tanah dan air minum.
  • Secara tidak langsung, air lindi ini dapat merusak Keragaman ekosistem
  • Menyia-nyiakan tanah, semakin banyak sampah yang menumpuk maka semakin banyak lahan yang dibutuhkan untuk menampungnya jika negara kita sampai sekarang belum punya sistem pengolahan sampah yang baik dan terpadu.
  • Membuang-buang udara, proses bertani hingga memasak melibatkan udara di dalamnya. Ketika kita membuang-buang bahan pangan dan makanan kita membuang-buang air yang telah diinvestasikan sepanjang proses produksinya.

Setelah mengenal sedikit tentang food loss dan food waste serta akibatnya pada lingkungan, sudah selayaknya kita semua mulai berpartisipasi mengurangi limbah mulai dari cara yang paling sederhana yaitu dengan makanan yang dimasak, tidak memasak berlebihan dan mengolah pangan yang masih bisa dikonsumsi dengan maksimal seperti buah-buahan yang kulitnya sudah tidak mulus lagi alias buruk rupa.

apel yang memiliki tekstur panggang yang juicy

disajikan dengan es krim favoritmu

Tempo hari saya menemukan beberapa buah apel yang buruk rupa alias kulitnya sudah terlihat segar tapi bagian dalamnya masih sangat layak untuk dikonsumsi. Akhirnya dibuang dari saya memutuskan untuk mengolah apel-apel itu menjadi makanan penutup yang istimewa yaitu apple crisp atau apple crumble. Olahan ini tak hanya berlaku untuk buah apel saja, tapi bisa diaplikasikan pada buah-buahan lain seperti pear, nanas, mangga, strawberry, dan buah-buah lainnya yang memiliki rasa segar serta melunak ketika dipanggang. Campurkan beberapa jenis buah juga bukan ide yang buruk !

Cara membuatnya sangat mudah, dan hasilnya bisa menjadi makanan penutup segar untuk menemani waktu santai siang di rumah bersama keluarga tercinta. Gluten free apple crisp ini memiliki tekstur renyah dan manis pada toppingnya serta asam manis segar untuk buahnya, jadi enak dinikmati hangat maupun disajikan bersama es krim favoritmu.

bahan-bahan untuk membuat apple crumble bebas gluten

BAHAN-BAHAN:

  • 3 buah apel
  • 1/2 cangkir oat gulung
  • 1/2 cangkir tepung serbaguna bebas gluten
  • 1/2 cangkir gula aren
  • 1 sdt kayu manis
  • 1 sdt ekstrak vanila
  • 1/2 sdt pala bubuk
  • 1/2 sdt garam
  • 1/4 cangkir mentega tawar (dingin)


CARA MEMBUAT:

  • Panaskan oven dengan suhu 180-200 derajat celcius (tergantung tingkat kepanasan oven)
  • Kupas dan potong-potong apel membentuk dadu, cuci bersih dan tiriskan.
  • Proses rolled oat hingga setengah hancur menggunakan blender atau food processor
  • Tambahkan tepung gluten free, palm sugar, vanilla, pala dan garam, proses lagi hingga tercampur.
  • Masukkan unsalted butter, proses sebentar sampai membentuk adonan beremah.
  • Tata apel dalam loyang atau wajan besi cor, taburi adonan remah di atasnya.
  • Oven dengan suhu 180-200 derajat celcius selama 30 menit
  • hangat dengan es krim favoritmu

Tonton video resepnya di sini :

Anda Mungkin Juga Menyukai



Leave A Reply

Your email address will not be published.