Gempa berkekuatan 4,8 SR merusak rumah-rumah di Bali, memicu tanah longsor

0


Episentrum gempa Karangasem pagi ini berada di zona swarm gempa Kompleks Gunung Agung dan Gunung Batur tahun 2017

Jakarta (ANTARA) – Gempa berkekuatan 4,8 SR yang mengguncang Kabupaten Karangasem, Bali, pada pukul 03:18 waktu setempat, disebabkan oleh aktivitas sesar, menurut seorang pejabat.

Pusat gempa berada pada koordinat 8,32 derajat Lintang Selatan dan 115,45 derajat Bujur Timur, sekitar delapan kilometer (km) barat laut Kabupaten Karangasem, pada kedalaman 10 km. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

“Melihat mekanisme sumber gempa Bali M4.8 yang merusak pagi tadi, terlihat bahwa gempa yang terjadi disebabkan oleh aktivitas sesar dan bukan karena Sesar Menekan Balik Busur Flores,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Demikian disampaikan Divisi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Daryono seperti dikutip dari akun Twitter resminya @DaryonoBMKG, Sabtu.

Berita Terkait: Gempa berkekuatan 5,3 SR mengguncang Tambrauw Papua Barat

Daryono mencatat, meski diragukan, mengingat lokasi episentrum di kompleks Gunung Agung-Batur, kemungkinan terkait dengan migrasi magma yang memicu aktivitas sesar lokal.

“Episentrum gempa Karangasem pagi ini berada di zona swarm gempa Gunung Agung dan Kompleks Gunung Batur tahun 2017,” katanya dalam keterangan tertulis.

Ia menginformasikan, gempa swarm yang terjadi pada September-Oktober 2017 memiliki magnitudo terbesar 4,2. Pada tanggal 8 November 2017, gempa bumi terkuat berkekuatan M4.9 terjadi yang menyebabkan kerusakan ringan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat tiga gempa susulan menyusul gempa dahsyat tersebut pada pantauan pukul 05.30 waktu setempat.

Berita Terkait: Gempa berkekuatan 5,3 SR mengguncang Tambrauw Papua Barat

Gempa susulan tersebut berkekuatan M3,8 (terasa di Karangasem III MMI), M2,7, dan M1,7 yang terjadi pada pukul 3:52 waktu setempat.

Menurut Daryono, gempa berkekuatan M4.8 yang melanda Rendang, Karangasem, Bali, telah menimbulkan kerusakan pada rumah warga dan juga memicu rantai ancaman bencana, seperti tanah longsor dan bebatuan yang ambruk di beberapa tempat.

“Di daerah pegunungan dengan perbukitan terjal, dampak gempa kuat berupa tanah longsor dan puing-puing baru sering terjadi, sehingga efek topografi semacam ini harus diwaspadai selama dan setelah gempa,” ia mengingatkan.

Berita Terkait: Empat orang terkubur di Trunyan setelah tanah longsor yang dipicu gempa bumi

Berita Terkait: Papua tidak hanya kaya tetapi juga penuh dengan orang-orang berbakat: Wakil Presiden

Leave A Reply

Your email address will not be published.