Forum kepemimpinan menengahi pihak-pihak yang bertikai di lingkungan Kesultanan Ternate

0


Ternate, Maluku Utara (ANTARA) – Polres Ternate Maluku Utara dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menengahi pertemuan dua pihak yang berseteru di pengadilan adat Kesultanan Ternate.

“Kami dan Forkopimda telah memediasi (dialog antara) dua pihak yang bertikai dalam konflik internal di lingkungan Kesultanan Ternate. Mediasi dilakukan untuk memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak untuk meredakan konflik,” Kapolres Ternate AKBP Andik Purnomo ujar Sigit di sini, Sabtu.

Mediasi yang dilakukan pada Jumat (1 April) malam di Polres tersebut bertujuan untuk meredakan konflik antara pihak-pihak yang bertikai dan memulihkan perdamaian di kota, terutama ketika warga Muslim di kota itu akan mulai melakukan ritual puasa selama periode Ramadhan. pada Minggu (3 April), katanya.

Dalam mediasi, Forkopimda yang diwakili Wali Kota Ternate Tauhid Soleman dan Kodim 1501 menghimbau pihak-pihak yang bertikai untuk menahan diri dan tidak melakukan kekerasan yang dapat menodai ketenangan Ramadhan, kata Kapolres.

Sigit mencatat, pihak-pihak yang bertikai telah mengomunikasikan masalah mereka dan menegaskan komitmen mereka untuk menjaga situasi yang kondusif di Kota Ternate.

Mediasi tersebut dihadiri oleh Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah, dan Sahmardan Mudaffar Sjah – adik dari Hidayatullah Sjah – yang mewakili penasehat kerajaan Fala Raha, katanya.

Perseteruan di lingkungan Kesultanan Ternate yang terjadi setelah penobatan Hidayatullah Sjah sebagai Sultan ke-49 diperebutkan oleh beberapa anggota kraton yang menilai pengangkatannya tidak sesuai dengan aturan Kesultanan.

Menyusul penentangan beberapa anggota keraton terhadap penobatan Hidayatullah Sjah, personel Korps Mobil Maluku Utara dikerahkan untuk membantu aparat Polres Ternate dalam meredakan konflik.

Salah satunya, perseteruan berubah menjadi kekerasan fisik ketika pengikut Hidayatullah Sjah memukul anggota Fala Raha, Zulkifli Marsaoly Jogugu, di depan Istana Kesultanan Ternate. Jogugu menderita luka di kepalanya setelah serangan itu.

Berita Terkait: Raja-raja tradisional, sultan harus mengatakan dalam pembangunan: Ketua DPD
Berita Terkait: Gorontalo akan mengoperasikan kapal tol laut baru yang menghubungkan Maluku Utara
Berita Terkait: Kementerian menetapkan Tomalou sebagai desa nelayan

Leave A Reply

Your email address will not be published.