Festival Tanah Lot Ingin Bangkitkan Pariwisata di Bali

0


Di tengah penurunan kunjungan wisatawan akibat wabah virus corona (COVID-19) yang masih mengkhawatirkan, Bali bertekad menggelar festival di salah satu tempat wisata terpopuler, Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, pada 13-15 Maret.

Menurut pengelola Wisata Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, Minggu, acara dua tahunan itu akan melibatkan sekitar 1.000 seniman dari tujuh komunitas desa Pekraman di Kabupaten Kediri.

Festival tersebut diharapkan dapat memikat pengunjung ke rumah pura ziarah Hindu Pura Tanah Lot, yang jumlahnya menurun hingga 30 persen sejak penyebaran COVID-19 dan penutupan layanan penerbangan dari China.

“Dengan adanya festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa wisatawan masih datang ke Tanah Lot,” kata Toya tempo.co.

Festival Tanah Lot edisi ketiga kabarnya akan bertema “Tirta Kamandalu”, yang artinya “air suci dari dasar lautan yang menjadi sumber kehidupan.”

Di antara yang menarik dari acara mendatang adalah pertunjukan seni bernama Okokan, yang akan menampilkan 1.000 penari dan dijadwalkan akan diadakan pada hari pembukaan pada 13 Maret pukul 6 sore “Tema Okokan besar-besaran ini adalah ‘Nangluk Merana’, yang berarti mengusir nasib buruk.”

Toya mengatakan Okokan sebenarnya merupakan tradisi tahunan yang dirayakan oleh warga desa Pekraman.

“Biasanya dilakukan sebelum Hari Raya Nyepi [Hindu Day of Silence] untuk mengusir wabah atau bencana,” ujarnya seraya berharap pertunjukan tersebut mampu mengurangi dampak Covid-19.

“Ini bagian dari keyakinan kami sebagai umat Hindu untuk mengembalikan situasi menjadi normal,” kata Toya.

Karena ketakutan akan virus corona, banyak konser dan festival ditunda di seluruh Jakarta. Di Bali, Ubud Food Festival baru-baru ini dijadwal ulang dari 17 – 19 April menjadi 26 – 28 Juni.

Sumber: thejakartapost.com



Leave A Reply

Your email address will not be published.