Ethiopia Usir 7 Orang Petinggi PBB

0


Kritik masyarakat internasional terhadap kondisi di Tigray dan pihak-pihak yang bertikai di utara Ethiopia tersebut. Keputusan Ethiopia pejabat PBB membuat Addis Abbas terancam disanksi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan AS mengecam pengusiran tersebut. Ia menambahkan Washington tidak ragu menggunakan sanksi pada mereka yang menahan bantuan kemanusiaan.

“Kami sangat khawatir dengan aksi ini melanjutkan pola pemerintah Ethiopia menahan pengiriman makanan, obat-obatan dan pasokan yang dapat menyelamat nyawa bagi yang membutuhkan,” kata Psaki, Kamis (30/9) kemarin.

Kementerian Luar Negeri Ethiopia tidak menanggapi komentar tentang pengusiran pejabat PBB. Sebelumnya Addis Abba membantah menahan pengiriman makanan ke Tigray.

Banyak yang khawatir konflik Ethiopia menyebar ke negara-negara lain dan menjadi beban diplomasi kawasan. Pertikaian di negara terpadat kedua di Afrika itu dikhawatirkan dapat memicu destabilisasi kawasan yang rentan akan konflik.

Tujuh orang yang diusir antara lain kepala Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) dan kepala Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) Ethiopia. Kementerian Luar Negeri mengatakan tujuh orang itu harus segera mengangkat kaki dari Ethiopia dalam waktu 72 jam.

Kementerian tujuh orang tersebut ikut campur dalam urusan internal Ethiopia. Dalam pernyataannya Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan ‘terkejut’ dengan pengusiran tersebut.

“Kami kini menghubungi pemerintah Ethiopia dalam harapan pegawai PBB yang bersangkutan dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka,” kata Guterres.

Pada bulan November lalu konflik antara pemerintah Ethiopia dengan partai politik daerah Tigray People’s Liberation Front (TPLF) pecah. Pasukan Tigray mengambil alih sebagian besar wilayah pada bulan Juni dan bergerak menuju wilayah tetangga Afar dan Amhara, memaksa orang mengungsi.

Pada Selasa (29/9) lalu Kepala OCHA Martin Griffiths mengatakan ‘blokade de-facto’ di perbatasan yang berlangsung tiga bulan mengurangi pengiriman bantuan 10 persen dari yang dibutuhkan. Ia mengatakan hampir seperempat anak-anak di Tigray malnutrisi.

“Ini buatan manusia, ini bisa diperbaiki dengan tindakan pemerintah,” kata Griffiths.

Lima orang diusir bekerja untuk OCHA satu orang bekerja untuk UNICEF dan satu lagi untuk Komisariat Tinggi Hak Asasi (HAM) PBB yang membunuh manusia sementara pembunuhan dan bersama massal di Tigray.

Sebelumnya pihak Ethiopia mengatakan organisasi asing mendukung dan mempersenjatai pasukan Tigray. Meskipun mereka tidak memberikan bukti atas tuduhan tersebut.



Leave A Reply

Your email address will not be published.