Emisi CO2 China Turun Pertama Kalinya Sejak Pemulihan Covid

0


Kekurangan batu bara di China memberi dampak positif pada penurunan emisi CO2

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Emisi karbon China turun pada kuartal ketiga untuk pertama kalinya pemulihan ekonomi sesuai pandemi Covid-19 melanda. Penurunan ini akibat dari pengembangan properti dan kekurangan batu bara yang meluas.

Analis utama di Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) yang berbasis di Helsinki, Lauri Myllyvirta, mengatakan emisi gas rumah kaca terbesar di dunia mengalami penurunan sekitar 0,5 persen pada Juli hingga September dari tahun sebelumnya.

“Penurunan emisi dapat titik balik dan puncak awal total emisi China, beberapa tahun lebih awal dari targetnya untuk mencapai puncaknya sebelum 2030,” kata Myllyvirta dalam laporan yang diterbitkan di Carbon Brief.

Penurunan tersebut berhasil dengan perubahan haluan dari sekitar sembilan persen peningkatan emisi pada paruh pertama 2021. Itu terjadi ketika pemulihan ekonomi China pasca-Covid-19 konstruksi dan aktivitas industri berat.

Terakhir kali emisi triwulanan China turun dari tahun ke tahun adalah pada Januari hingga Maret 2020, ketika Covid-19 pertama kali menyerang. Meskipun para peneliti telah menunjukkan bahwa industri besar China dapat mencapai puncak karbon sekitar 2024 dan puncak emisi pada 2025, negosiator utamanya tidak membuat janji yang lebih dekat dengan PBB di Glasgow yang berakhir pada awal bulan ini.

Pasokan batu bara yang ketat dan harga yang mencapai rekor tinggi menyebabkan pemadaman listrik di banyak wilayah China pada akhir kuartal ketiga. mengakibatkan operasi industri dan gangguan penggunaan perumahan.

Menurut perhitungan Reuters berdasarkan data biro statistik China, dua bahan bangunan utama yakni baja mentah dan semen masing-masing produksi 16 persen dan 11 persen dari tiga bulan sebelumnya. China telah memperketat properti di tengah-tengah potensi keruntuhan perusahaan-perusahaan yang berutang tinggi seperti China Evergrande Group dan kemungkinan tumpahan risiko kredit ke ekonomi yang lebih luas.

“Jika pemerintah China menyuntikkan stimulus konstruksi lebih lanjut untuk meningkatkan ekonominya, emisi dapat meningkat sekali lagi sebelum mencapai puncaknya akhir dekade ini,” kata Myllyvirta.

sumber : Reuters



Leave A Reply

Your email address will not be published.