Eks Presiden Myammar: Militer Paksa Saya Serahkan Kekuasaan

0


Presiden menolak permintaan militer dan menegaskan masih sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, NAYPYIDAW — Mantan Presiden Myanmar Win Myint dalam kesaksian bersaksi bahwa, para ilmuwan mencoba memaksanya untuk memberikan kekuasaan beberapa jam sebelum kudeta pada 1 Februari. Para jenderal militer tersebut mengancam Win Myint, jika dia menolak untuk menyerahkan kekuasaan.

Win Myint bersaksi di pengadilan bersama pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi yang juga digulingkan oleh militer. Mereka atas tuduhan telah mengirimkan surat kepada pihak yang mendesak para diplomat agari tidak mengakui militer.

Win Myint mengatakan kepada pengadilan di ibu kota Naypyidaw bahwa, dua pejabat senior militer mendekatinya pada 1 Februari dan memintanya untuk merujuk diri, dengan alasan kesehatan yang buruk.

“Presiden menolak permintaan, dengan mengatakan bahwa dia mengatakan keadaan sehat. Para pejabat senior mengatakan bahwa tetapi hal itu akan menyebabkan banyak kerugian, presiden kepada mereka mengatakan bahwa dia lebih daripada menyetujuinya,” kata pengacara Win Myint, Khin Maung Zaw, dilansir Aljazirah, Rabu (13/10).

Khin Maung Zaw mengatakan, pembelaan tuduhan terhadap Win Myint dan Aung San Suu Kyi karena mereka ditahan tanpa komunikasi. Win Myint dan Aung San Suu Kyi telah menolak beberapa tuduhan terhadap mereka. Pengacara pembela, yang mewakili mereka berdua mengatakan, Suu Kyi telah menyarankan agar membuktikan diumumkan kepada publik.

Militer Myanmar melakukan kudeta setelah pesta Suu Kyi memenangkan pemilihan umum pada November tahun lalu. Para Jenderal militer mengatakan, mereka melakukan kudeta karena ada kecurangan dalam pemilu yang dapat menjamin negara. Namun, komisi pemilihan umum tidak menemukan bukti kesalahan dalam pemungutan suara.

Wakil Presiden Myanmar Myint Swe kemudian dilantik sebagai presiden pada 1 Februari, dan segera menyerahkan kekuasaan kepada militer untuk mengawasi keadaan darurat. Para jenderal militer belum terungkap secara terbuka bagaimana Myint Swe mengambil alih kursi kepresidenan dari Win Myint.

Kudeta militer menimbulkan aksi protes di segala penjuru Myanmar. Militer telah menindak para pengunjuk rasa dengan menggunakan kekerasan. Pada Rabu (13/10), sebuah unggahan di media sosial menunjukkan rumah-rumah di wilayah Sagaing, Mandalay dan Magway membebani oleh militer. Unggahan lain menunjukkan serangan di sebuah desa di wilayah Sagaing. setidaknya 10 aktivis politik dilaporkan oleh pihak di Dagon, Yangon pada Selasa (12/10).



Leave A Reply

Your email address will not be published.