Eks Inggris Menteri Ingin Angkat Raisi Jadi Bos Interpol?

0


Empat menteri itu disebut memiliki kampanye rahasia untuk tunjuk kepala polisi UEA

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Empat mantan menteri Inggris disebut terlibat persekongkolan dalam upaya untuk menempatkan kepala polisi Uni Emirat Arab (UEA) sebagai kepala Interpol. Dalam sebuah dokumen dari perusahaan lobi Inggris, Project Associates (PA) yang bocor, empat mantan manajer merencanakan kampanye rahasia untuk menunjuk Kepala Polisi UEA, Ahmed Naser al-Raisi sebagai kandidat memimpin organisasi kepolisian internasional.

Penunjukkan al-Raisi memicu kritik karena dia menyiksa tahanan dan memiliki catatan hak asasi manusia yang buruk. surat kabar Inggris, Surat harian dilaporkan, dokumen tersebut mengungkapkan, empat tokoh politik Inggris ikut ambil bagian dalam kampanye itu. Mereka terdiri atas mantan menteri pertahanan Michael Fallon, mantan menteri luar negeri Alistair Burt, mantan anggota parlemen Richard Ottoway, dan mantan menteri Kabinet Buruh Baroness Catherine Ashton.

Seperti dilansir Pemantau Timur Tengah, Senin (11/10), menurut juru bicara perusahaan lobi PA, dokumen yang bocor adalah proposal yang menetapkan sejumlah kegiatan potensial. sebagian besar kegiatan dalam proposal tersebut tidak terlaksana karena situasi yang telah berubah. Perubahan situasi yang dimaksud antara lain perjalanan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Juru bicara itu menjelaskan, mantan menteri tidak secara aktif terlibat dalam kampanye penunjukan al-Raisi. Namun mereka berada dalam jaringan PA.

Kebocoran dokumen dan kampanye dari kampanye al-Raisi terjadi seminggu setelah larangan Interpol untuk komunikasi Suriah. Pencabutan tersebut berarti Suriah diberikan akses langsung ke jaringan kepolisian internasional.

Jabatan presiden Interpol akan memutuskan dalam beberapa pekan ke depan. Jika al-Raisi terpilih, maka kehadiran Abu Dhabi dan Damaskus di Interpol akan mengancam keselamatan para kritikus di seluruh dunia.

Kekhawatiran itu meningkat di tengah temuan Pengadilan Tinggi Inggris bahwa, penguasa Dubai menggunakan teknologi spyware Israel untuk meretas ponsel istrinya, pengacaranya, dan jurnalis di dunia.

Sejauh ini Pemerintah Inggris belum mengumumkan kandidat mana yang akan didukungnya untuk memenangkan kursi kepemimpinan Interpol. Tetapi keterlibatan tidak langsung dengan empat mantan menteri Inggris, berpotens mengungkapkan hubungan antara tokoh politik Inggris, aktor asing, dan kelompok lobi di seluruh dunia.

Ini bukan pertama kali UEA terlihat sengaja meningkatkan pengaruhnya di dalam Interpol. Pada 2017, Abu Dhabi tidak bersalah untuk meningkatkan pengaruh dalam organisasi Interpol melalui kontribusi langsung sebesar 50 juta euro.



Leave A Reply

Your email address will not be published.