Dubes Prancis Bagikan Kisah Evakuasi Burung dari Afghanistan

0


Hewan bernama Juji ini banyak bicara dan berparuh kuning. Dia menjadi bintang singkat di media sosial. Kisahnya tentang bertahan hidup di tengah hiruk pikuk dari Afganistan yang dikelola Taliban mengejutkan khalayak global.

Cerita burung dari keluarga jalak ini bermula dari kondisi online pengungsi Afghanistan membanjiri pangkalan Al-Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA). Mereka diperiksa oleh otoritas Amerika Serikat, Prancis, dan lainnya selama 12 hari yang terik pada Agustus.

“Ada banyak cerita yang menggembirakan karena ada artis, ada musisi, ada orang yang sangat lega sehingga bisa dievakuasi. Namun, pada saat yang sama ada juga curahan ketinggian,” kata Chatel.

Di dalam di Al-Dhafra, Chatel menerima peringatan keamanan. Petugas yang menemukan ancaman Alqaida dan ISIS, telah menemukan kargo ilegal di dalam pesawat.

Seorang perempuan berusia tidak lebih dari 20 tahun muncul, memegang sebuah kotak kardus misteri. Di dalamnya ada hewan peliharaan kesayangannya dengan sayap terpotong, seekor burung mynah cerewet yang terkenal dan umum di seluruh Asia Tenggara.

Namun, karena masalah kesehatan binatang, tidak mungkin perempuan itu bisa membawa burung kecil itu ke Paris. Menurut cerita Chatel, dia menangis dan tubuhnya gemetar.

Kisah Chatel tentang yang terjadi selanjutnya muncul di Twitter pekan lalu dan mengubah Juji menjadi sensasi kecil. Setelah menerima instruksi detail tentang preferensi makanan Juji, mentimun, anggur, mulai roti, dan kentang, Chatel memutuskan untuk mengadopsi itu, akan merawatnya dengan baik.

Perempuan muda itu memberi kabar duta besar di Twitter segera setelah mendarat di Prancis. Puncak pikirannya saat memulai hidup baru sebagai pengungsi adalah hewan peliharaannya yang terdampar di Jazirah Arab.

Chatel membalas dengan video Juji mengemil buah, menonton di sekitar kandang putihnya, bahkan belajar bahasa Prancis dari ruang tamunya yang berlantai marmer. Setelah berkicau dalam bahasa Pashto selama beberapa hari pertama di Abu Dhabi, Juji mengucapkan sesuatu yang mirip dengan kata Halo.

“(Perempuan itu) mengatakan kepada saya sesuatu yang ingat oleh saya. Fakta bahwa burung itu masih hidup dan dirawat dengan baik dengan keyakinan dan harapan untuk memulai lagi,” kata Chatel.

Sampai Chatel dapat menemukan cara untuk memotret kembali Juji dengan mantan pemiliknya, burung bersayap hitam itu tetap menjadi pengingat bagi Prancis akan hari-hari yang panik dalam serangan Kabul. “Di tengah-tengah ini ratusan orang yang tiba di sini, ada gadis ini dan ada burung ini,” ujarnya.



Leave A Reply

Your email address will not be published.