Disindir Komika Muslim, Yahudi Sewot

0


Tanpa menyebut Israel-Palestina, komika Dave Chappelle mengunjungian itu.

REPUBLIKA.CO.ID, DETROIT — Tayangan komedi berdiri terbaru dari komika ternama Amerika Serikat Dave Chappelle memunculkan reaksi dari berbagai kalangan. Lembaga yahudi berkat dengannya lelucon yang dituding bernada antisemitisme.

Dalam tayangan yang dilansir Netflix tersebut, Chappelle menyaksikan-lelucon yang dianggap tabu bagi kalangan di Amerika Serikat. Di antaranya berisi kritik terhadap gerakan LGBT, feminisme, dan transgender. Namun doanya dapat menjadi sorotan lebih.

Pada penontonnya di Detroit, Chappelle yang memeluk Islam dua dekade lalu menuturkan bahwa selama dikarantina terkait pandemi, ia melihat banyak tayangan tentang UFO. Ia kemudian mendapat ide naskah film dari kebiasaan itu.

“Bagaimana jika ternyata alien berasal dari bumi. Mereka meninggalkan planet ini dari tahun lalu. Namun di planet lain, keadaannya ternyata tidak menyenangkan. Mereka lalu kembali ke bumi dan mencoba kembali. Alur kisah yang bagus bukan!? Film itu saya beri judul ‘ Yahudi Luar Angkasa’,” kata Chappelle bergurau.

Tak semua tertawa dengan itu. Tapi dari arah penonton ada seruan “Bebaskan palestina!“, meski Chappelle tak sekalipun menyebut negara tersebut dan Israel yang menjajah mereka. Melihat sebagian penonton terdiam, Chapelle berkata “Siap-siap, (lelucon) selanjutnya bakal lebih parah.”

Dalam kesempatan lain, Chappelle berkisah tentang seorang budak kulit hitam yang berhasil membuat dirinya dan jadi kaya raya. Yang pertama kali dilakukan mantan budak tersebut, ironisnya membeli budaknya sendiri dan menindas mereka seperti ia dulu ditindas. “Kisah itu ada filmnya juga. Ironisnya, judulnya ‘Yahudi Luar Angkasa’ juga,” ujar Chappelle berkelakar. sebagian warganet menangkap, Chappelle lagi-lagi menyindir bangsa Yahudi setelah mengalami kekejaman Holocaust di Jerman justru melakukan hal serupa pada bangsa Palestina.

Lelucon-lelucon tersebut tak disambut hangat komunitas Yahudi. Campaign Against Antisemitism (CAA), melansir pernyataan pada Kamis (7/10) bahwa mereka akan menuntut Netflix tayangan tersebut. Kelompok tersebut menilai yang disampaikan Chappelle bernada antisemitik dan menyudutkan umat Yahudi. Zaman Israel serta Pos Yerusalem juga menampilkan berita yang kritik kritik atas Dave Chappelle tersebut.

Bahkan rekan sesama komika Chappelle, Ben Goldman, yang merupakan salah seorang kritikan mengkritik tersebut. “Saya tak mudah terkejut oleh, asal mereka tidak keliru,” kata dia melalui akun Indonesia-nya.

Dan sebaliknya, sebaliknya, Dave Chappelle mendapat apresiasi dari pihak-pihak yang melihatnya sebagai gambaran akurat dari yang terjadi di Palestina. “Ini adalah salah satu bentuk aktivisme senyap terbaik,” tulis akun @Ben_R_Weissman yang meramaikan tagar #SpaceJews yang merupakan jagat maya sejak tayangan spesial Chappelle dilansir.

Tayangan spesial dengan judul “The Closer” itu adalah yang terakhir dari Chappelle dari rangkaian sebelumnya di Netflix. Kiranya sehubungan dengan hal itulah Chappelle habis-habisan kali ini.



Leave A Reply

Your email address will not be published.