Danau Toba: Kementerian akan meminta dukungan wisatawan untuk pariwisata berkelanjutan

0


Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan akan mengundang wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba, Sumatera Utara, untuk berkontribusi dalam pelestarian dan pengembangan lingkungan dan budaya guna mendukung pariwisata berkelanjutan di daerah tersebut.

“Sustainable tourism itu yang akan kita lakukan,” kata Deputi Bidang Produk Pariwisata dan Event Organizer Kemenpar Rizki Handayani dalam konferensi internasional ‘Heritage of Toba: Natural and Cultural Diversity’ di Jakarta, Rabu.

Salah satu langkah yang akan didorong untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan adalah pembenahan atau peningkatan sumber daya manusia sehingga peningkatan kapasitas masyarakat dapat terjadi, jelas Handayani.

Selain itu, kata dia, kementerian telah membuat beberapa jalur wisata tematik agar produk wisata memiliki segmen yang jelas.

Biasanya wisatawan yang datang ke Danau Toba hanya ingin tinggal sekitar satu sampai dua hari saja, ujarnya.

Melalui jalur wisata tematik seperti jalur gastronomi budaya yang memadukan kuliner dan rekreasi, wisatawan dapat tinggal lebih lama di destinasi selama tiga hingga empat hari, kata Handayani.

Berita Terkait: Kemenpar gelar konferensi internasional di Danau Toba

Uji coba budaya gastronomi akan menampilkan kegiatan tambahan seperti kelas memasak dan menginap di desa-desa sekitar lokasi wisata, ujarnya.

“Anak-anak butuh pengalaman saat berkunjung (destinasi), jadi acara tematik (bagi mereka) ada hubungannya dengan budaya dan petualangan alam,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia juga berharap para travel agent mengutamakan nilai pengalaman tematik dalam mempromosikan Danau Toba kepada wisatawan.

“Penjualan (promosi) diubah. Paket Toba-Samosir 3 hari-2 malam sudah ketinggalan zaman,” tambah Handayani.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar konferensi internasional ‘Heritage of Toba: Natural and Cultural Diversity’ di Danau Toba, Rabu, sebagai bagian dari upaya promosi lima Destinasi Wisata Super Prioritas (DPSP).

Lima DPSP yang ditetapkan pemerintah Indonesia adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.

Berita Terkait: Vaksinasi, Pengembangan Pariwisata Bisa Percepat Pemulihan Ekonomi Toba

Leave A Reply

Your email address will not be published.